Selasa, 14 Juli 2026

UIMSYA-UNUJA Bermitra, Dobrak Jurnal Internasional Lewat Kolaborasi Strategis Dua Pascasarjana

BANYUWANGI – Peta kejuaraan akademik perguruan tinggi berbasis pesantren di Jawa Timur kembali menunjukkan progres yang masif. Pada Selasa, 14 Juli 2026, Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung Banyuwangi resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Probolinggo. Langkah kolaboratif ini tidak hanya berhenti di atas kertas penandatanganan memorandum, melainkan langsung diakselerasi dengan menggelar Pelatihan Penulisan Artikel pada Jurnal Bereputasi Internasional yang bertempat di Ruang Rapat Kampus 2 Uimsya Blokagung.

Kedatangan rombongan delegasi dari UNUJA Probolinggo ke bumi Blambangan disambut hangat penuh keakraban oleh jajaran pimpinan tuan rumah. Wakil Rektor 1 Uimsya, Drs. Eko Budiywono, M.H., bersama Wakil Rektor 3 Uimsya, Abdi Fauji Hadiono, M.H., M.Sos., secara langsung menyambut para tamu VIP tersebut. Sambutan ini menjadi simbol kuat sinergi antar-perguruan tinggi Nahdlatul Ulama untuk saling menguatkan dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya peningkatan mutu riset ilmiah.

Hadir sebagai motor penggerak utama dari UNUJA, dua akademisi senior yang sepak terjangnya di dunia publikasi global sudah tidak diragukan lagi. Pemateri pertama adalah Assoc. Prof. Dr. H. Akmal Mundiri, M.Pd., yang merupakan Direktur Pascasarjana Unuja. Ia didampingi oleh pemateri kedua, Assoc. Prof. Dr. Abu Hasan Agus Rahmatullah, M.Pd.I., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Unuja. Keduanya membawa misi khusus untuk "membedah isi kepala" reviewer jurnal internasional terindeks Scopus.

Di kursi peserta, antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran para pimpinan pascasarjana tuan rumah. Acara ini dikawal langsung oleh Direktur Pascasarjana Uimsya, Dr. Siti Aimah, M.Si. Tak sendirian, ia didampingi oleh Ketua Program Studi S2 Ekonomi Syariah Uimsya, Dr. Nur Anim Jauhariyah, M.Si., serta Ketua Program Studi S2 Studi Islam Uimsya, Dr. Sofi Faiqotul Himmah, M.E.I., yang kompak berkomitmen membawa pascasarjana Uimsya go international.

Suasana ruang rapat Kampus 2 semakin hidup dengan kehadiran 30 mahasiswa terpilih dari Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Uimsya. Para mahasiswa magister ini sengaja dilibatkan agar sejak bangku kuliah sudah akrab dengan atmosfer riset global. Mereka tampak serius menyimak pemaparan taktis mengenai anatomi artikel ilmiah yang layak tembus di jurnal bereputasi tinggi Q1 hingga Q4.

Dalam sesi materinya, Assoc. Prof. Dr. H. Akmal Mundiri, M.Pd., memberikan pesan mendalam mengenai mentalitas seorang peneliti. Beliau menegaskan bahwa menulis di jurnal internasional bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan dakwah kontemporer berbasis data. "Kunci utamanya ada pada kebaruan (novelty) dan konsistensi. Kampus berbasis pesantren punya kekayaan modal sosial dan budaya yang luar biasa unik untuk diteliti, dan dunia internasional sangat menanti narasi-narasi itu," ungkap Direktur Pascasarjana Unuja tersebut.

Senada dengan koleganya, Assoc. Prof. Dr. Abu Hasan Agus Rahmatullah, M.Pd.I., membagikan kesan positifnya selama berada di Uimsya Blokagung. Ia mengaku sangat kagum dengan kultur akademik dan semangat belajar yang ditunjukkan oleh civitas akademika Uimsya. "Respons dari para dosen dan mahasiswa di sini sangat interaktif. Potensi draf artikel yang mereka miliki sebenarnya sangat bagus, tinggal dipoles sedikit di bagian metodologi dan analisis agar sesuai standar global," kesannya di sela-sela acara.

Di sisi lain, perwakilan peserta dari mahasiswa S2 MPI Uimsya mengungkapkan rasa syukur dan kesannya yang luar biasa setelah mengikuti pelatihan ini. Mereka mengaku selama ini menganggap publikasi internasional sebagai momok yang menakutkan dan sulit diraih. Namun, lewat penyampaian materi yang renyah, taktis, dan aplikatif dari para asesor Unuja, mereka kini mendapatkan peta jalan (roadmap) yang jelas dan optimisme baru untuk segera menyelesaikan tesis sekaligus memublikasikannya.

Acara yang berlangsung produktif ini ditutup dengan penyerahan cendera mata serta sesi foto bersama. Melalui momentum kerja sama penulisan artikel internasional ini, Uimsya Blokagung dan Unuja Probolinggo membuktikan bahwa kolaborasi nyata jauh lebih berharga daripada kompetisi, sekaligus menjadi tonggak baru bagi kedua kampus pesantren untuk melompat lebih tinggi di kancah akademik global.

Selasa, 30 Juni 2026

UIMSYA Blokagung Selesaikan Ujian S2 MPI Buku Referensi Di Akhir Bulan Juni

Blokagung - Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI) Pascasarjana Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Banyuwangi, secara resmi telah mengukir tonggak sejarah baru dalam pembaruan sistem kualifikasi kelulusan. Pada hari Selasa, 30 Juni 2026, kampus berbasis pesantren ini menyelenggarakan Ujian Tugas Akhir dengan menerapkan skema mutakhir berupa penilaian Buku Referensi Akademik sebagai instrumen utama pengganti tesis konvensional. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk adaptasi kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education) guna mendorong produktivitas karya ilmiah mahasiswa yang siap didistribusikan ke ranah publik.

Seluruh rangkaian prosesi penilaian ini dilaksanakan dengan mengacu pada dokumen jadwal resmi yang telah diterbitkan secara sah oleh pihak tata usaha Uimsya pada tanggal 29 Juni 2026. Berdasarkan regulasi terjadwal tersebut, kegiatan pengujian pemikiran akademik ini dimulai secara serentak tepat pada pukul 08.00 WIB dan berakhir secara tuntas pada pukul 12.30 WIB. Agenda ini menjadi instrumen wajib yang harus ditempuh oleh setiap peserta didik guna memenuhi standar kompetensi dan syarat kelulusan akhir bagi mahasiswa program magister pada Tahun Akademik 2025/2026.

Guna memastikan efisiensi waktu penyajian materi serta menjaga kualitas iklim akademis selama ujian berlangsung, panitia pelaksana membagi lokasi sidang ke dalam dua fasilitas ruangan yang berbeda di lingkungan Kampus 2 UIMSYA Blokagung. Kedua ruangan tersebut dimanfaatkan secara paralel agar dinamika presentasi dan tanya jawab dapat berjalan kondusif. Pemilihan tempat ini meliputi Ruang Pertemuan Pascasarjana untuk kelompok utama dan Ruang A.23 sebagai basis pengujian kelompok berikutnya, di mana keduanya dikondisikan sesuai pembagian yang disahkan oleh administrasi pascasarjana.

Penyelenggaraan sidang yang tersebar di dua lokasi berbeda ini dilakukan dengan koordinasi yang ketat dan disesuaikan secara presisi dengan daftar hadir dewan penguji serta mahasiswa terdaftar. Plotting atau penempatan masing-masing personalia telah diatur secara rapi dan tertuang ke dalam berkas acara ujian yang sah. Melalui pembagian kluster ruangan ini, panitia berhasil meminimalkan waktu tunggu antar peserta, sehingga setiap mahasiswa mendapatkan porsi waktu yang adil dan optimal dalam mempertahankan isi buku referensi yang mereka susun di hadapan majelis penguji.

Secara akumulatif, jumlah total mahasiswa S2 MPI yang menempuh ujian tugas akhir konversi pada gelaran bersejarah ini adalah sebanyak 11 orang peserta. Untuk menjaga ritme evaluasi agar tetap tajam, seluruh peserta tersebut kemudian didistribusikan ke dalam dua daftar kelompok sidang yang terpisah. Kelompok sidang pertama dirancang untuk mengakomodasi sebanyak 7 orang mahasiswa yang dijadwalkan tampil memaparkan hasil pemikiran mereka secara berurutan sesuai nomor urut yang telah ditetapkan oleh bagian akademik.

Ketujuh mahasiswa yang tergabung di dalam kelompok sidang pertama di Ruang Pertemuan Pascasarjana tersebut secara berturut-turut adalah Fitdarus Kussuma dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 2411251021 pada urutan pembuka. Ia kemudian diikuti oleh Ahmad Khotib (NIM 2411251014), Kholil Bisyri (NIM 2411251029), Setio Utomo (NIM 2411251011), Tri Reza Wibowo (NIM 2411251025), Denis Bahari (NIM 2411251020), dan diakhiri oleh pemaparan dari Muhammad Robithulhaq (NIM 2411251001) selaku penyaji penutup pada kelompok tersebut.

Sementara itu, atmosfer akademik yang tidak kalah kompetitif juga berlangsung di kelompok sidang kedua yang bertempat di Ruang A.23 Kampus 2 dengan diikuti oleh 4 orang mahasiswa S2 MPI lainnya. Berdasarkan urutan nomor registrasi dalam manifes jadwal, mahasiswa yang terdaftar di ruangan ini adalah Ana Kurnia Azhari (NIM 2411251022) pada urutan pertama. Langkahnya disusul oleh Denny Bhekti Kurnianto (NIM 2411251023) pada urutan kedua, Sabarun Jamil (NIM 2411251007) pada urutan ketiga, dan diakhiri oleh Aldi Prasetyo (NIM 2411251027) pada urutan keempat.

Struktur dewan penguji yang ditugaskan pada kelompok sidang pertama melibatkan kombinasi tim dosen senior yang memiliki otoritas keilmuan kuat untuk memeriksa materi buku referensi mahasiswa secara bergantian. Majelis penguji pada ruangan ini terdiri dari Dr. Moh. Harun al-Rosid, M.Pd.I., Dr. H. Muhammad Imam Khaudli, S.Pd.I., M.Si., dan Dr. Hj. Lely Ana Ferawati Ekaningsih, S.E., M.H., M.M. Para akademisi terkemuka ini bertindak secara kolektif sebagai pembimbing, ketua penguji, penguji 1, dan penguji 2 sesuai dengan distribusi tugas yang tercatat dalam matriks jadwal pelaksanaan ruang pertemuan.

Bergeser ke Ruang A.23, komposisi dewan penguji yang bertugas mengawal jalannya sidang kelompok kedua memiliki susunan yang berbeda, khususnya pada posisi pembimbing utama dan jajaran anggota penguji. Nama-nama penguji yang tercantum dalam dokumen resmi dan bertugas di ruangan ini meliputi posisi Ketua Penguji yang dipegang oleh Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si. Sementara itu, untuk posisi Penguji 1 dijabat oleh Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I., dan tanggung jawab sebagai Penguji 2 diemban oleh Dr. Mirhabun Nadir, SE., M.M.

Berdasarkan rilis resmi administrasi pascasidang, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si. selaku Direktur Pascasarjana UIMSYA memberikan kesan dan pesannya terkait momentum kelulusan para mahasiswa magister ini. Beliau menyampaikan kesan mendalam bahwa pelaksanaan ujian tugas akhir berbasis buku referensi ini berjalan sangat lancar, sesuai dengan regulasi akademik serta memenuhi Prosedur Operasional Standar (POS) yang berlaku di Pascasarjana UIMSYA. Melalui amanat tertulisnya, beliau mengingatkan para lulusan bahwa gelar magister yang diperoleh harus dipertanggungjawabkan secara sosial melalui kontribusi nyata dalam pengelolaan tata kelola lembaga-lembaga pendidikan Islam di tengah masyarakat.

Menanggapi jalannya ujian, Ahmad Khotib selaku perwakilan resmi mahasiswa memberikan pernyataan tertulis mengenai pengalaman mereka dalam mempertahankan karya ilmiah ini. Ia memaparkan bahwa materi pertanyaan yang diajukan oleh dewan penguji berfokus secara tajam pada tiga aspek vital, yakni validitas data lapangan, kekokohan metodologi penelitian, dan kontribusi teori manajemen yang tertuang di dalam naskah buku referensi mereka. Sebagai representasi rekan-rekannya, ia juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa angkatan di bawahnya agar senantiasa tertib administrasi dan disiplin melakukan bimbingan intensif agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu sesuai dengan kalender akademik.

Seluruh rangkaian dokumen kelulusan, penilaian, dan berita acara ujian ini secara resmi ditandatanganiserta disahkan di Blokagung pada tanggal 29 Juni 2026 oleh Direktur Pascasarjana UIMSYA, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., dengan menyertakan Nomor Induk Pegawai Yayasan (NIPY) 3150801058001. Seiring dengan berakhirnya ujian pada pukul 12.30 WIB, para mahasiswa yang dinyatakan memenuhi standar kelulusan berhak untuk segera memproses administrasi wisuda tingkat universitas serta secara legal menyandang gelar akademik Magister Pendidikan (M.Pd).

Selasa, 23 Juni 2026

Pecah Rekor! Bukan Cuma Tesis, Mahasiswa S2 MPI Uimsya Blokagung Lulus Lewat Jalur Tulis Buku Ber-ISBN dan HKI

 Banyuwangi – Suasana khidmat sekaligus membanggakan menyelimuti Ruang Sidang Kampus 2 Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung, Banyuwangi hari ini, Selasa (23/6/2026). Program Studi Pascasarjana (S2) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Uimsya kembali menggelar ujian tugas akhir di bulan ini. Menariknya, ujian kali ini mencetak sejarah baru dalam dunia akademik kampus pesantren tersebut melalui diversifikasi karya akhir mahasiswa yang sangat inovatif.

Sebanyak 10 mahasiswa menempuh ujian akhir dengan penuh percaya diri. Uniknya, mayoritas dari mereka tidak lagi menggunakan skema tesis konvensional. Sebanyak 9 mahasiswa sukses mengonversi tugas akhir mereka menjadi buku referensi ber-ISBN yang dilengkapi dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Sementara itu, 1 mahasiswa lainnya memilih jalur penulisan tesis yang diperkuat dengan publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3.

Sembilan mahasiswa penemu jalur kreatif berbasis buku dan HKI tersebut adalah Harisun Fuad, Luluk Rosyidatul Umah, Moh. Imam Wahyudi, Yudi Sahara, Budi Santoso, Adam Damiri, Vina Mardliyana Ulfa, Ma'shum Thoyib, dan Ahmad Dzofron Abiyu Tsaqib Muhes. Karya-karya mereka dinilai memberikan kontribusi praktis yang kaya bagi literasi manajemen pendidikan Islam. Di sisi lain, Muhammad Ilmi Najib menjadi satu-satunya mahasiswa yang menguji ketajaman akademisnya lewat jalur tesis dan artikel ilmiah SINTA 3.

Guna menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, jalannya sidang dibagi menjadi dua kelompok penguji secara simultan. Kelompok pertama dipimpin langsung oleh Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si. selaku Ketua Sidang, didampingi oleh Dr. Imron Fauzi, M.Pd. sebagai Penguji 1 (Dosen, Penulis Buku Produktif dan Editor Buku dari UIN KHAS Jember), dan Dr. Lailatul Usriyah, M.Pd.I. selaku Penguji 2 (Dosen, penulis produktif dan Sekretaris Pascasarjana UIN KHAS Jember). Ketiganya menguliti aspek metodologi dan kedalaman isi buku serta tesis yang dipresentasikan peserta dengan sangat detail.

Sementara itu, kelompok kedua tidak kalah berbobot dengan dinakhodai oleh Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I. sebagai Ketua Sidang (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIMSYA). Ia didampingi oleh duet penguji kritis, yakni Dr. Ainur Rofiq, M.Pd.I. selaku Penguji 1 (Dosen UIMSYA dan Pimpinan Pondok Pesantren Modern al-Kaustar Srono Banyuwangi) dan Dr. Mirhabun Nadir, MM. selaku Penguji 2 (Dosen UIMSYA dan Pimpinan Pondok Pesantren Mamba'ul Khoiriyatil Islamiyah (MHI) Bangsalsari Jember). Dinamika tanya jawab di kelompok kedua ini berlangsung hangat namun tetap mempertahankan standar akademik magister yang tinggi, menguji sejauh mana kemanfaatan produk akademik yang dihasilkan mahasiswa.

Apresiasi tinggi datang dari jajaran dewan penguji yang merasa bangga atas terobosan ini. Dr. Imron Fauzi, M.Pd., mewakili tim penguji, menyampaikan kesan mendalamnya.

"Ini adalah lompatan besar untuk Pascasarjana UIMSYA. Mahasiswa tidak hanya terjebak pada tumpukan kertas laporan penelitian di perpustakaan, tetapi benar-benar menghasilkan produk nyata berupa buku ber-ISBN dan HKI yang bisa dibaca dan dimanfaatkan masyarakat luas. Pesan saya, jangan berhenti menulis setelah lulus. Jadikan momentum ini sebagai bahan bakar untuk terus mendiseminasikan ilmu," ujarnya penuh motivasi.

Rasa lega dan haru juga terpancar dari raut wajah para peserta yang dinyatakan lulus. Muhammad Ilmi Najib, mewakili rekan-rekannya, mengungkapkan bahwa proses panjang yang mereka lalui akhirnya terbayar tuntas hari ini. "Rasanya luar biasa plong dan bersyukur. Menulis tesis hingga menembus jurnal SINTA 3", tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Harisun Fuad yang terharu dan bangga. "Menyusun buku sampai terbit ISBN dan HKI itu menguras energi. Namun, bimbingan dosen di Uimsya sangat suportif. Pesan kami untuk adik-adik tingkat, jangan takut dengan tugas akhir. Pilih jalur kreatif yang disediakan kampus, karena ini membuat portofolio akademik kita jauh lebih bernilai saat lulus nanti," ungkapnya.

Pelaksanaan ujian yang bertempat di Kampus 2 Uimsya Blokagung ini berjalan dengan lancar tanpa kendala teknis dari pagi hingga sore hari. Inovasi jalur kelulusan non-tesis berupa buku ber-ISBN dan HKI ini diharapkan menjadi tren positif dan pemantik semangat bagi mahasiswa magister lainnya yang saat ini dikelola yaitu S2 Pendidikan Bahasa Arab, S2 Ekonomi Syaraiah dan S2 Studi Islam. Uimsya Blokagung sekali lagi membuktikan diri sebagai universitas berbasis pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.

Sidang akhir hari ini ditutup dengan sesi foto bersama dan mushafahah antara dosen penguji dan para magister baru. Dengan kelulusan 10 mahasiswa bertalenta ini, Prodi S2 Manajemen Pendidikan Islam Uimsya semakin mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teoritis, namun juga produktif secara literasi dan memiliki legalitas karya yang diakui negara.

Berikut daftar link e-book mahasiswa S2 MPI Uimsya Blokagung yang sidang hari ini:

HarisunFuad: Kepemimpinan Green Pesantren (Mengelola Etika Lingkungan dan Sustainable Develpoment Berbasis Ajaran Islam) https://books.google.co.id/books?id=KhrjEQAAQBAJ&lpg=PA1&lr&hl=id&pg=PP4#v=onepage&q&f=false

Luluk Rosyidatul U.: Budaya Organisasi Pesantren (Kajian dari Beragam Dimensi dan Perspektif) - Google Books https://share.google/5XYjzfnQWMs8Q9SA2

Moh. Imam Wahyudi : Membangun Budaya Sekolah sebagai Blueprint Mutu Pendidikan Abad ke-21 -Google Books https://share.google/cMSTGgWwo0BPGT2K6

Yudi Sahara : The Kiai Leadership Code (Prinsip-Prinsip Manajemen Humanis dan Transformasi . - Google Books https://share.google/LPNKnwOP07SSLKUbT

Budi Santoso : Servant Leadership, Duta Sains Indonesia https://share.google/djkWG5tSHHvQ2qPbS

Adam Damiri : Manajemen Marketing Pondok Pesantren Di Era Modern, Duta Sains Indonesia https://share.google/JppZC77wKLzL69kev

Vina Mardliyana Ulfa: Generasi Modern Islamim Duta Sains Indonesia https://share.google/ghZOQ274dl3YLnn4e

Ma'shum Thoyib: Human Resource Management, Duta Sains Indonesia https://share.google/dGcLt7fZa7NSUePe0

Ahmad Dzofron Abiyyu T. M.: Kepemimpinan Kiai Di Era Digital Dalam Menjaga Tradisi Dan Mentalitas Santri Gen Z https://share.google/BptI1xS9FfMb6bgZs

Kamis, 21 Mei 2026

Tembus Jurnal Sinta 2, 6 Mahasiswa S2 MPI Uimsya Blokagung Buktikan Lulus Magister Tak Melulu Soal Tesis Tebal

 

Banyuwangi - Paradigma lama bahwa lulus Strata Dua (S2) harus selalu berkutat dengan tumpukan buku tesis yang tebal tampaknya mulai digeser oleh inovasi akademik yang diterapkan di bumi Blambangan. Langkah progresif ini dibuktikan oleh Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung, Banyuwangi. Melalui skema kelulusan berbasis publikasi ilmiah, kampus ini sukses mengukuhkan standar baru yang lebih segar dan diakui secara nasional. Hari ini, Kamis (26/5/2026), atmosfir akademik yang penuh ketegangan sekaligus optimisme begitu terasa di Gedung Pascasarjana. Ruang sidang menjadi saksi bisu perjuangan enam mahasiswa tangguh yang siap mempertahankan hasil riset terbaik mereka demi meraih gelar Magister. Prosesi ujian tugas akhir ini berlangsung secara maraton selama enam jam penuh, dimulai sejak pukul 08.00 hingga berakhir pada pukul 14.00 WIB.

Ujian kali ini terasa sangat spesial dan berbobot karena tugas akhir yang dipertanggungjawabkan oleh para peserta sudah melampaui standar konvensional. Pascasarjana Uimsya secara berani mendorong hilirisasi riset mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pajangan di rak perpustakaan, melainkan menjadi konsumsi publik ilmiah nasional. Hal ini terlihat dari kategori tugas akhir yang dipilih oleh para mahasiswa yang terbagi menjadi dua jalur prestasi. Dari total enam peserta sidang, sebanyak dua mahasiswa memilih jalur kombinasi yang kokoh, yakni mempertahankan Tugas Akhir berupa Tesis konvensional yang didampingi dengan publikasi Artikel ilmiah terindeks Sinta 3. Sementara itu, empat mahasiswa lainnya mengambil langkah yang lebih menantang sekaligus bergengsi, yaitu jalur akselerasi kelulusan tanpa tesis melalui penulisan dua Artikel ilmiah yang berhasil menembus jurnal nasional bereputasi Sinta 2.

Sidang akademik tingkat tinggi ini dikawal ketat oleh jajaran dewan penguji yang sangat kompeten dan ahli di bidang manajemen pendidikan. Bertindak sebagai Ketua Penguji adalah Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., yang memimpin jalannya persidangan dengan tegas dan terukur. Beliau didampingi oleh Dr. H. Muhammad Imam Khaudli, S.Pd.I., M.Si. sebagai Penguji 1, serta Dr. Ainur Rofiq, M.Pd.I. yang bertindak sebagai Penguji 2. Ketajaman analisis, metodologi, hingga novelty (kebaruan) riset mahasiswa diuji secara mendalam melalui rentetan pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh dewan penguji. Setiap mahasiswa dituntut untuk mampu membuktikan bahwa artikel yang mereka tulis memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan dunia pendidikan Islam kontemporer. Ketegangan sempat memuncak di ruang sidang, namun mentalitas akademik yang matang membuat para peserta mampu menjawab setiap sanggahan dengan lugas.

Setelah melalui dinamika persidangan yang menguras energi dan pikiran, suasana ruang ujian berubah menjadi penuh keharuan saat dewan penguji membacakan hasil kelulusan. Kerja keras berbulan-bulan yang melelahkan terbayar lunas dengan raihan predikat yang memuaskan bagi seluruh peserta sidang. Kebanggaan kolektif pun terpancar dari wajah para dosen maupun mahasiswa yang hadir di dalam ruangan tersebut.Rasa bangga tersebut mengalir langsung dari dewan penguji yang memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian akademis para peserta. Mewakili jajaran penguji, Dr. Siti Aimah menyampaikan rasa bangganya : “Saya ssangat bangga dengan kualitas akademis yang ditunjukkan para mahasiswa hari ini. Riset mereka bukan sekadar formalitas untuk lulus, melainkan sebuah karya ilmiah bermutu yang sudah teruji kelayakannya oleh reviewer jurnal nasional Sinta 2 dan 3. Karakter kritis dan kedalaman analisis seperti inilah yang membuktikan bahwa lulusan Pascasarjana Ukhms memiliki daya saing tinggi di level nasional."

Sejalan dengan kebanggaan dewan penguji, rasa lega dan syukur yang tak terhingga juga diungkapkan oleh perwakilan mahasiswa pascasarjana setelah berhasil melewati ketatnya seleksi artikel ilmiah nasional. Sembari menyeka air mata bahagia, Istianatul Imamah menuturkan kesan mendalamnya, "Perjuangan untuk sampai di titik ini, terutama saat harus menembus jurnal ilmiah bereputasi, benar-benar menguras energi dan air mata. Namun, proses ini memberikan kami pengalaman akademis yang luar biasa berharga karena kami dipaksa untuk berpikir global dan dinamis. Hari ini adalah pembuktian bahwa lulusan kampus berbasis pesantren mampu berbicara banyak di dunia riset nasional."

Sebagai penutup dari rangkaian sidang maraton ini, sebuah pesan bermakna dititipkan kepada para lulusan agar gelar Magister yang diraih senantiasa dibarengi dengan tanggung jawab moral yang besar di masyarakat. Selepas sidang ini, mereka diharapkan tidak pernah membiarkan tinta akademisnya kering, melainkan terus konsisten menulis, meneliti, dan menjadi lokomotif perubahan yang inovatif serta berintegritas di lembaga pendidikan masing-masing dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur almamater, Uimsya Blokagung.



Senin, 15 Desember 2025

Sinergi Akademik dan Pengabdian: Mahasiswa S2 MPI Gelar Expose Laporan Field Study Hasil PkM Berbasis Pemberdayaan Pesantren, Madrasah dan Sekolah

 

Senin, 15 Desember 2025 – Program Studi Magister (S2) Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak akademisi yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga tangguh dalam implementasi lapangan. Hal ini tercermin dalam kegiatan "Expose Laporan Field Study" yang dilaksanakan pada hari ini, Senin, 15 Desember 2025. Bertempat di ruang sidang pascasarjana, kegiatan yang berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan studi lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Sebanyak lima tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terdiri dari mahasiswa S2 MPI mempresentasikan hasil riset dan pendampingan mereka di hadapan para penguji. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas akademik semata, melainkan wujud nyata pertanggungjawaban ilmiah atas kontribusi yang telah diberikan kepada lembaga-lembaga pendidikan mitra selama proses field study berlangsung.

Acara diawali dengan sesi pembukaan yang dipimpin langsung oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Studi Mandiri, Bapak Dr. H. Muhammad Imam Khaudli, S.Pd.I., M.Si. Dalam sambutannya yang inspiratif, beliau menekankan bahwa mata kuliah Studi Mandiri didesain untuk menjembatani kesenjangan antara teori manajemen pendidikan yang dipelajari di kelas dengan dinamika realitas di lapangan. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa S2 MPI harus mampu menjadi problem solver bagi persoalan manajerial yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam saat ini. Menurut Dr. Imam Khaudli, expose laporan ini menjadi barometer sejauh mana mahasiswa mampu mendiagnosis masalah, merumuskan solusi berbasis riset, dan mengimplementasikannya dalam bentuk pengabdian yang berkelanjutan. Pesan beliau menjadi pembakar semangat bagi kelima tim untuk menyajikan data dan analisis terbaik mereka selama sesi presentasi berlangsung.

Kualitas akademik dari kegiatan expose ini semakin terjamin dengan hadirnya tim reviewer yang terdiri dari para pimpinan akademik pascasarjana yang sangat kompeten di bidangnya. Hadir sebagai penelaah utama adalah Direktur Pascasarjana, Ibu Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., yang didampingi oleh Ketua Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam, Bapak Dr. Moh. Harun Al-Rosid, M.Pd.I. Kehadiran kedua tokoh penting ini memberikan bobot tersendiri pada forum tersebut. Mereka tidak hanya bertindak sebagai penguji yang memberikan nilai, tetapi juga sebagai mentor yang memberikan masukan konstruktif, kritik tajam, serta saran perbaikan untuk penyempurnaan laporan. Interaksi antara reviewer dan mahasiswa menciptakan dialektika akademik yang sehat, di mana setiap argumen dan temuan lapangan diuji validitas serta kebermanfaatannya bagi pengembangan keilmuan manajemen pendidikan Islam.

Dalam sesi pemaparan, sorotan utama tertuju pada isu transformasi digital dan penguatan sumber daya manusia (SDM) yang diusung oleh beberapa tim. Tim pertama mempresentasikan program "Pendampingan Penguatan SDM Guru Dalam Implementasi Media Pembelajaran Di Era Digital" dengan objek dampingan di SMK Darul Falah Sarongan, Pesanggaran. Mereka menyoroti urgensi adaptasi guru terhadap alat-alat digital untuk meningkatkan kualitas output vokasi. Senada dengan semangat teknologi, tim ketiga membawa tema yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yakni "Peningkatan SDM Guru Dalam Pemanfaatan Teknologi AI" yang dilaksanakan di Pesantren Salaf Darussalam Rejoagung, Srono. Kedua tim ini berhasil memaparkan data bahwa integrasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan, di lingkungan pendidikan Islam bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk tetap relevan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Di sisi lain, aspek manajerial dan inovasi pembelajaran juga menjadi topik bahasan yang menarik perhatian para reviewer. Tim kedua mengangkat tema filosofis namun praktis bertajuk "Smart Management for Pengurus: Tanggung Jawab Bukanlah Beban Tetapi Pengabdian" yang diterapkan di Yayasan Pondok Pesantren Darussyafaah Sumbersuko, Kesilir, Siliragung. Tim ini berusaha merubah mindset tata kelola organisasi dari sekadar kewajiban administratif menjadi nilai ibadah dan pengabdian. Sementara itu, Tim keempat fokus pada ranah pedagogik dengan judul "Pengembangan Pembelajaran Inovatif Melalui Integrasi Media Interaktif yang Efektif dan Menarik" dengan lokasi dampingan di MI dan MA Al Huda Bomo, Blimbingsari. Presentasi mereka menekankan bahwa manajemen pendidikan yang baik harus bermuara pada proses pembelajaran yang menyenangkan dan efektif bagi peserta didik di dalam kelas.

Antusiasme peserta dan reviewer kemudian beralih pada presentasi Tim kelima yang memiliki jangkauan wilayah pengabdian terjauh, melintasi pulau hingga ke Kepulauan Riau. Mengusung tema yang sangat filosofis namun tetap aplikatif dalam dunia manajemen, yaitu "Seminar Muharikul Qulub: Seni Memimpin & Menggerakkan Hati Santri," tim ini sukses melaksanakan programnya di Pondok Pesantren Salafiyah Asy-Syafi’iyyah Darul Qur’an Karimun. Laporan ini menjadi sangat menarik perhatian karena mengupas sisi kepemimpinan profetik dan pendekatan psikologi santri. Mahasiswa menjelaskan bagaimana pendekatan "Muharikul Qulub" atau penggerak hati digunakan sebagai strategi manajemen kesiswaan yang ampuh untuk membangun karakter dan loyalitas santri tanpa paksaan. Jarak geografis yang jauh terbukti tidak menyurutkan semangat tim ini untuk memberikan kontribusi nyata, membuktikan bahwa jangkauan pengabdian mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan Islam mampu melintasi batas wilayah demi pemerataan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.

Dinamika forum memanas namun tetap kondusif ketika sesi tanya jawab dibuka oleh para reviewer setelah setiap tim menyelesaikan presentasinya. Dr. Siti Aimah dan Dr. Moh. Harun al-Rosid secara bergantian melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis terkait metodologi pendampingan, keberlanjutan program (sustainability), hingga dampak riil yang dirasakan oleh mitra sasaran. Para mahasiswa dituntut untuk mempertahankan argumen mereka dengan data empiris yang kuat. Sesi ini menjadi ajang pembuktian kapasitas intelektual mahasiswa S2 MPI dalam berpikir sistematis dan analitis. Diskusi mendalam terjadi mengenai bagaimana teori manajemen modern dapat diadaptasi dalam kultur pesantren dan madrasah yang memiliki keunikan tersendiri, sehingga solusi yang ditawarkan benar-benar membumi dan dapat diaplikasikan.

Rangkaian kegiatan "Expose Laporan Field Study" ini pun ditutup tepat pukul 13.00 WIB dengan penyampaian pesan dan kesan yang mendalam dari para peserta. Mewakili rekan-rekannya, salah satu ketua tim menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya telah melewati proses panjang ini. Bagi para mahasiswa, kegiatan PkM dan expose ini memberikan pengalaman yang tak ternilai harganya; mengajarkan arti kesabaran, kerja sama tim, dan kepedulian sosial. Mereka menyadari bahwa menjadi magister bukan hanya soal gelar, tetapi soal seberapa besar manfaat yang bisa ditebar. Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus melanjutkan silaturahmi dengan lembaga mitra dan menjadikan hasil field study ini sebagai embrio tesis yang berkualitas di masa depan.