Kamis, 21 Mei 2026

Tembus Jurnal Sinta 2, 6 Mahasiswa S2 MPI Uimsya Blokagung Buktikan Lulus Magister Tak Melulu Soal Tesis Tebal

 

Banyuwangi - Paradigma lama bahwa lulus Strata Dua (S2) harus selalu berkutat dengan tumpukan buku tesis yang tebal tampaknya mulai digeser oleh inovasi akademik yang diterapkan di bumi Blambangan. Langkah progresif ini dibuktikan oleh Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung, Banyuwangi. Melalui skema kelulusan berbasis publikasi ilmiah, kampus ini sukses mengukuhkan standar baru yang lebih segar dan diakui secara nasional. Hari ini, Kamis (26/5/2026), atmosfir akademik yang penuh ketegangan sekaligus optimisme begitu terasa di Gedung Pascasarjana. Ruang sidang menjadi saksi bisu perjuangan enam mahasiswa tangguh yang siap mempertahankan hasil riset terbaik mereka demi meraih gelar Magister. Prosesi ujian tugas akhir ini berlangsung secara maraton selama enam jam penuh, dimulai sejak pukul 08.00 hingga berakhir pada pukul 14.00 WIB.

Ujian kali ini terasa sangat spesial dan berbobot karena tugas akhir yang dipertanggungjawabkan oleh para peserta sudah melampaui standar konvensional. Pascasarjana Uimsya secara berani mendorong hilirisasi riset mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pajangan di rak perpustakaan, melainkan menjadi konsumsi publik ilmiah nasional. Hal ini terlihat dari kategori tugas akhir yang dipilih oleh para mahasiswa yang terbagi menjadi dua jalur prestasi. Dari total enam peserta sidang, sebanyak dua mahasiswa memilih jalur kombinasi yang kokoh, yakni mempertahankan Tugas Akhir berupa Tesis konvensional yang didampingi dengan publikasi Artikel ilmiah terindeks Sinta 3. Sementara itu, empat mahasiswa lainnya mengambil langkah yang lebih menantang sekaligus bergengsi, yaitu jalur akselerasi kelulusan tanpa tesis melalui penulisan dua Artikel ilmiah yang berhasil menembus jurnal nasional bereputasi Sinta 2.

Sidang akademik tingkat tinggi ini dikawal ketat oleh jajaran dewan penguji yang sangat kompeten dan ahli di bidang manajemen pendidikan. Bertindak sebagai Ketua Penguji adalah Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., yang memimpin jalannya persidangan dengan tegas dan terukur. Beliau didampingi oleh Dr. H. Muhammad Imam Khaudli, S.Pd.I., M.Si. sebagai Penguji 1, serta Dr. Ainur Rofiq, M.Pd.I. yang bertindak sebagai Penguji 2. Ketajaman analisis, metodologi, hingga novelty (kebaruan) riset mahasiswa diuji secara mendalam melalui rentetan pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh dewan penguji. Setiap mahasiswa dituntut untuk mampu membuktikan bahwa artikel yang mereka tulis memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan dunia pendidikan Islam kontemporer. Ketegangan sempat memuncak di ruang sidang, namun mentalitas akademik yang matang membuat para peserta mampu menjawab setiap sanggahan dengan lugas.

Setelah melalui dinamika persidangan yang menguras energi dan pikiran, suasana ruang ujian berubah menjadi penuh keharuan saat dewan penguji membacakan hasil kelulusan. Kerja keras berbulan-bulan yang melelahkan terbayar lunas dengan raihan predikat yang memuaskan bagi seluruh peserta sidang. Kebanggaan kolektif pun terpancar dari wajah para dosen maupun mahasiswa yang hadir di dalam ruangan tersebut.Rasa bangga tersebut mengalir langsung dari dewan penguji yang memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian akademis para peserta. Mewakili jajaran penguji, Dr. Siti Aimah menyampaikan rasa bangganya : “Saya ssangat bangga dengan kualitas akademis yang ditunjukkan para mahasiswa hari ini. Riset mereka bukan sekadar formalitas untuk lulus, melainkan sebuah karya ilmiah bermutu yang sudah teruji kelayakannya oleh reviewer jurnal nasional Sinta 2 dan 3. Karakter kritis dan kedalaman analisis seperti inilah yang membuktikan bahwa lulusan Pascasarjana Ukhms memiliki daya saing tinggi di level nasional."

Sejalan dengan kebanggaan dewan penguji, rasa lega dan syukur yang tak terhingga juga diungkapkan oleh perwakilan mahasiswa pascasarjana setelah berhasil melewati ketatnya seleksi artikel ilmiah nasional. Sembari menyeka air mata bahagia, Istianatul Imamah menuturkan kesan mendalamnya, "Perjuangan untuk sampai di titik ini, terutama saat harus menembus jurnal ilmiah bereputasi, benar-benar menguras energi dan air mata. Namun, proses ini memberikan kami pengalaman akademis yang luar biasa berharga karena kami dipaksa untuk berpikir global dan dinamis. Hari ini adalah pembuktian bahwa lulusan kampus berbasis pesantren mampu berbicara banyak di dunia riset nasional."

Sebagai penutup dari rangkaian sidang maraton ini, sebuah pesan bermakna dititipkan kepada para lulusan agar gelar Magister yang diraih senantiasa dibarengi dengan tanggung jawab moral yang besar di masyarakat. Selepas sidang ini, mereka diharapkan tidak pernah membiarkan tinta akademisnya kering, melainkan terus konsisten menulis, meneliti, dan menjadi lokomotif perubahan yang inovatif serta berintegritas di lembaga pendidikan masing-masing dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur almamater, Uimsya Blokagung.



Senin, 15 Desember 2025

Sinergi Akademik dan Pengabdian: Mahasiswa S2 MPI Gelar Expose Laporan Field Study Hasil PkM Berbasis Pemberdayaan Pesantren, Madrasah dan Sekolah

 

Senin, 15 Desember 2025 – Program Studi Magister (S2) Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak akademisi yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga tangguh dalam implementasi lapangan. Hal ini tercermin dalam kegiatan "Expose Laporan Field Study" yang dilaksanakan pada hari ini, Senin, 15 Desember 2025. Bertempat di ruang sidang pascasarjana, kegiatan yang berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan studi lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Sebanyak lima tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terdiri dari mahasiswa S2 MPI mempresentasikan hasil riset dan pendampingan mereka di hadapan para penguji. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas akademik semata, melainkan wujud nyata pertanggungjawaban ilmiah atas kontribusi yang telah diberikan kepada lembaga-lembaga pendidikan mitra selama proses field study berlangsung.

Acara diawali dengan sesi pembukaan yang dipimpin langsung oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah Studi Mandiri, Bapak Dr. H. Muhammad Imam Khaudli, S.Pd.I., M.Si. Dalam sambutannya yang inspiratif, beliau menekankan bahwa mata kuliah Studi Mandiri didesain untuk menjembatani kesenjangan antara teori manajemen pendidikan yang dipelajari di kelas dengan dinamika realitas di lapangan. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa S2 MPI harus mampu menjadi problem solver bagi persoalan manajerial yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam saat ini. Menurut Dr. Imam Khaudli, expose laporan ini menjadi barometer sejauh mana mahasiswa mampu mendiagnosis masalah, merumuskan solusi berbasis riset, dan mengimplementasikannya dalam bentuk pengabdian yang berkelanjutan. Pesan beliau menjadi pembakar semangat bagi kelima tim untuk menyajikan data dan analisis terbaik mereka selama sesi presentasi berlangsung.

Kualitas akademik dari kegiatan expose ini semakin terjamin dengan hadirnya tim reviewer yang terdiri dari para pimpinan akademik pascasarjana yang sangat kompeten di bidangnya. Hadir sebagai penelaah utama adalah Direktur Pascasarjana, Ibu Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., yang didampingi oleh Ketua Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam, Bapak Dr. Moh. Harun Al-Rosid, M.Pd.I. Kehadiran kedua tokoh penting ini memberikan bobot tersendiri pada forum tersebut. Mereka tidak hanya bertindak sebagai penguji yang memberikan nilai, tetapi juga sebagai mentor yang memberikan masukan konstruktif, kritik tajam, serta saran perbaikan untuk penyempurnaan laporan. Interaksi antara reviewer dan mahasiswa menciptakan dialektika akademik yang sehat, di mana setiap argumen dan temuan lapangan diuji validitas serta kebermanfaatannya bagi pengembangan keilmuan manajemen pendidikan Islam.

Dalam sesi pemaparan, sorotan utama tertuju pada isu transformasi digital dan penguatan sumber daya manusia (SDM) yang diusung oleh beberapa tim. Tim pertama mempresentasikan program "Pendampingan Penguatan SDM Guru Dalam Implementasi Media Pembelajaran Di Era Digital" dengan objek dampingan di SMK Darul Falah Sarongan, Pesanggaran. Mereka menyoroti urgensi adaptasi guru terhadap alat-alat digital untuk meningkatkan kualitas output vokasi. Senada dengan semangat teknologi, tim ketiga membawa tema yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yakni "Peningkatan SDM Guru Dalam Pemanfaatan Teknologi AI" yang dilaksanakan di Pesantren Salaf Darussalam Rejoagung, Srono. Kedua tim ini berhasil memaparkan data bahwa integrasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan, di lingkungan pendidikan Islam bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk tetap relevan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Di sisi lain, aspek manajerial dan inovasi pembelajaran juga menjadi topik bahasan yang menarik perhatian para reviewer. Tim kedua mengangkat tema filosofis namun praktis bertajuk "Smart Management for Pengurus: Tanggung Jawab Bukanlah Beban Tetapi Pengabdian" yang diterapkan di Yayasan Pondok Pesantren Darussyafaah Sumbersuko, Kesilir, Siliragung. Tim ini berusaha merubah mindset tata kelola organisasi dari sekadar kewajiban administratif menjadi nilai ibadah dan pengabdian. Sementara itu, Tim keempat fokus pada ranah pedagogik dengan judul "Pengembangan Pembelajaran Inovatif Melalui Integrasi Media Interaktif yang Efektif dan Menarik" dengan lokasi dampingan di MI dan MA Al Huda Bomo, Blimbingsari. Presentasi mereka menekankan bahwa manajemen pendidikan yang baik harus bermuara pada proses pembelajaran yang menyenangkan dan efektif bagi peserta didik di dalam kelas.

Antusiasme peserta dan reviewer kemudian beralih pada presentasi Tim kelima yang memiliki jangkauan wilayah pengabdian terjauh, melintasi pulau hingga ke Kepulauan Riau. Mengusung tema yang sangat filosofis namun tetap aplikatif dalam dunia manajemen, yaitu "Seminar Muharikul Qulub: Seni Memimpin & Menggerakkan Hati Santri," tim ini sukses melaksanakan programnya di Pondok Pesantren Salafiyah Asy-Syafi’iyyah Darul Qur’an Karimun. Laporan ini menjadi sangat menarik perhatian karena mengupas sisi kepemimpinan profetik dan pendekatan psikologi santri. Mahasiswa menjelaskan bagaimana pendekatan "Muharikul Qulub" atau penggerak hati digunakan sebagai strategi manajemen kesiswaan yang ampuh untuk membangun karakter dan loyalitas santri tanpa paksaan. Jarak geografis yang jauh terbukti tidak menyurutkan semangat tim ini untuk memberikan kontribusi nyata, membuktikan bahwa jangkauan pengabdian mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan Islam mampu melintasi batas wilayah demi pemerataan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.

Dinamika forum memanas namun tetap kondusif ketika sesi tanya jawab dibuka oleh para reviewer setelah setiap tim menyelesaikan presentasinya. Dr. Siti Aimah dan Dr. Moh. Harun al-Rosid secara bergantian melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis terkait metodologi pendampingan, keberlanjutan program (sustainability), hingga dampak riil yang dirasakan oleh mitra sasaran. Para mahasiswa dituntut untuk mempertahankan argumen mereka dengan data empiris yang kuat. Sesi ini menjadi ajang pembuktian kapasitas intelektual mahasiswa S2 MPI dalam berpikir sistematis dan analitis. Diskusi mendalam terjadi mengenai bagaimana teori manajemen modern dapat diadaptasi dalam kultur pesantren dan madrasah yang memiliki keunikan tersendiri, sehingga solusi yang ditawarkan benar-benar membumi dan dapat diaplikasikan.

Rangkaian kegiatan "Expose Laporan Field Study" ini pun ditutup tepat pukul 13.00 WIB dengan penyampaian pesan dan kesan yang mendalam dari para peserta. Mewakili rekan-rekannya, salah satu ketua tim menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya telah melewati proses panjang ini. Bagi para mahasiswa, kegiatan PkM dan expose ini memberikan pengalaman yang tak ternilai harganya; mengajarkan arti kesabaran, kerja sama tim, dan kepedulian sosial. Mereka menyadari bahwa menjadi magister bukan hanya soal gelar, tetapi soal seberapa besar manfaat yang bisa ditebar. Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus melanjutkan silaturahmi dengan lembaga mitra dan menjadikan hasil field study ini sebagai embrio tesis yang berkualitas di masa depan.

Seminar Muharikul Qulub Dorong Transformasi Kepemimpinan Santri di Pesantren Asy-Syafi’iyyah Darul Qur’an Karimun Kepulauan Riau

                                     

Karimun — Upaya penguatan kapasitas kepemimpinan santri terus dilakukan di lingkungan pesantren. Salah satunya melalui kegiatan Seminar Muharikul Qulub: Seni Memimpin dan Menggerakkan Hati Santri yang diselenggarakan pada Rabu (10/12/2025) di Pondok Pesantren Salafiyah Asy-Syafi’iyyah Darul Qur’an, Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kolaborasi antara Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi dengan Pondok Pesantren Salafiyah Asy-Syafi’iyyah Darul Qur’an. Seminar ini diikuti oleh 20 pengurus pesantren dan santri senior yang selama ini berperan langsung dalam pengasuhan dan pembinaan kedisiplinan santri di lingkungan asrama.

Seminar digelar sebagai respons atas kebutuhan penguatan model kepemimpinan santri yang tidak hanya menekankan kepatuhan formal, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran intrinsik, tanggung jawab kolektif, dan partisipasi aktif santri. Melalui pendekatan Muharikul Qulub atau kepemimpinan berbasis hati, kegiatan ini menekankan pentingnya keteladanan, empati, dan nilai-nilai kepemimpinan profetik dalam praktik pengasuhan pesantren.

Ketua pelaksana kegiatan, Ikhsan Mubarok, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak pesantren atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan seminar. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal penguatan kepemimpinan santri yang lebih humanis dan relevan dengan tantangan pendidikan pesantren di era modern.


“Pengurus santri bukan sekadar penegak aturan, tetapi figur teladan yang mampu menggerakkan hati, membangun kesadaran, dan menumbuhkan motivasi santri dari dalam diri mereka sendiri,” ujarnya.

Kegiatan inti seminar disampaikan oleh Ustadz Abdul Wahid sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kepemimpinan dalam pesantren merupakan amanah tarbiyah yang menuntut sentuhan spiritual dan pendekatan personal. Materi yang disampaikan meliputi filosofi kepemimpinan profetik (Nabawiyah), pemahaman psikologi santri kontemporer, teknik empati dan mendengarkan aktif, komunikasi persuasif, hingga manajemen konflik berbasis kasih sayang.


Selain pemaparan materi, peserta juga dilibatkan secara aktif dalam sesi diskusi, simulasi kasus, dan role-playing kepemimpinan. Melalui metode ini, peserta dilatih untuk mempraktikkan komunikasi empatik, memberikan umpan balik konstruktif, serta menyusun solusi bersama dalam menghadapi persoalan kedisiplinan santri.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep kepemimpinan berbasis hati, serta keterampilan komunikasi persuasif yang lebih humanis. Peserta juga menyatakan komitmen untuk mulai menerapkan pendekatan Muharikul Qulub dalam praktik pengasuhan sehari-hari di pesantren.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, kegiatan ini juga menginisiasi pembentukan komunitas belajar Muharikul Qulub Circle sebagai forum refleksi dan pendampingan kepemimpinan santri secara berkelanjutan. Selain itu, tim pengabdian menyerahkan draf awal Pedoman Praktis “Seni Menggerakkan Hati Santri” kepada pihak pesantren sebagai panduan internal pembinaan pengurus santri.

Pihak Pondok Pesantren Salafiyah Asy-Syafi’iyyah Darul Qur’an menyambut baik pelaksanaan seminar ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui kerja sama lanjutan dengan perguruan tinggi. Program ini dinilai sejalan dengan visi pesantren dalam membentuk santri yang tidak hanya unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang matang dan berkepekaan sosial.

Melalui Seminar Muharikul Qulub, pesantren diharapkan mampu membangun budaya kepemimpinan santri yang lebih empatik, partisipatif, dan berorientasi pada pembinaan kesadaran, sehingga tercipta lingkungan pesantren yang harmonis, dinamis, dan berkelanjutan.

Jumat, 12 Desember 2025

MAHASISWA PASCASARJANA S2 UNIVERSITAS KH. MUKHTAR SYAFAAT BERKOLABORASI GELAR DIKLAT MANAJEMEN KEPESANTRENAN DI BANYUWANGI

 

BANYUWANGI - Dalam rangka implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Program Pascasarjana (S2) Universitas KH. Mukhtar Syafaat berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Diklat Manajemen Kepesantrenan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Darusyafa'ah, Kamis, 27 November 2025. Kegiatan yang mengusung tema "Smart Management for Smart Pengurus: Tanggung Jawab Bukan Beban tapi Pengabdian" ini merupakan bukti nyata kontribusi mahasiswa pascasarjana dalam pengembangan masyarakat. 

Ketua pelaksana PKM Budi Santoso, S.E., yang juga merupakan mahasiswa pascasarjana S2, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama mahasiswa S2 untuk berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan. "Sebagai mahasiswa pascasarjana, kami merasa terpanggil untuk berbagi ilmu dan pengalaman melalui diklat manajemen kepesantrenan ini. Ini adalah wujud nyata implementasi ilmu yang kami peroleh di bangku kuliah," ungkap Budi. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 20.00 sampai selesai. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi dan diikuti secara antusias oleh seluruh pengurus putra dan putri pondok pesantren. Nyai. Hj. Qibtiyatun Nuraini selaku pengasuh putri Pondok Pesantren Darusyafa'ah menyambut hangat inisiatif mahasiswa pascasarjana S2. "Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa pascasarjana S2 ini. Kolaborasi antara akademisi dan pesantren seperti ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan manajemen pesantren yang lebih modern dan profesional," tuturnya. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana yang mewakili mahasiswa pascasarjana S2 dan sambutan dari pimpinan pondok pesantren. 

Dalam acara inti, Ustadz M. Sholeh Mubaroq, BQ menyampaikan materi diklat manajemen kepengurusan melalui metode ceramah interaktif. "Keikutsertaan mahasiswa pascasarjana S2 dalam penyelenggaraan diklat ini memberikan nilai tambah yang signifikan, karena mereka membawa perspektif keilmuan yang lebih mendalam dan terkini," jelas Ustadz M. Sholeh. 

Para peserta yang terdiri dari pengurus pesantren menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian acara. "Kami sangat terbantu dengan adanya diklat ini, apalagi yang menyelenggarakan adalah mahasiswa pascasarjana S2 yang jelas kompetensinya dalam bidang manajemen," ujar salah satu peserta. Output yang dicapai meliputi peningkatan pemahaman pengurus tentang prinsip-prinsip manajemen modern, terbangunnya sistem kerja yang lebih tertib, serta terjalinnya jejaring antara mahasiswa pascasarjana S2 dengan pengurus pesantren.

Acara ditutup dengan doa dan penyerahan cinderamata dari perwakilan mahasiswa pascasarjana S2 kepada pimpinan pesantren. Kedua pihak berkomitmen untuk melanjutkan kerjasama dalam bentuk program-program pengembangan lainnya di masa mendatang. "Kami berharap kerjasama dengan mahasiswa pascasarjana S2 ini dapat berkelanjutan dan berkembang dalam berbagai bidang lainnya," tutup Nyai. Hj. Qibtiyatun Nuraini.

Selasa, 09 Desember 2025

SYARAT PENGAMBILAN SURAT PENGANTAR PENELITIAN TA 2025

 Untuk mengambil surat pengantar penelitian, silahkan mengisi Link Berikut:

https://forms.gle/kMU7J4D17s4ThUVh9

Terimakasih