Rabu, 29 Juli 2026

UIMSYA Blokagung Gandeng UIN Jawa dan Sumatera Terbitkan Kesepakatan Strategis

 Kampus Berbasis Pesantren terkemuka di Banyuwangi, Uimsya Blokagung terus menunjukkan taringnya dalam peta pendidikan tinggi nasional melalui sinergi lintas daerah dan lembaga. Bertempat di kawasan pesisir yang asri, Utama Raya Beach & Resto Situbondo, Jawa Timur, suasana hangat tercipta dalam momentum bersejarah yang mempertemukan civitas akademika dari tiga kampus ternama. Rangkaian acara penandatanganan dokumen kerja sama strategis ini sukses digelar pada hari Kamis, 23 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi tonggak penting kolaborasi akademik antara Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung Banyuwangi dengan tiga Universitas Islam Negeri (UIN) besar sekaligus, yakni UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, UIN Sunan Kudus Jawa Tengah dan UIN Sunan Ampel Surabaya Jawa Timur. Sinergi antarkampus ini diarahkan untuk memperkuat kualitas mutu kelembagaan, riset, serta pengabdian masyarakat. Langkah nyata ini membuktikan keseriusan kampus berbasis pesantren dalam merespons tantangan global.

Naskah perjanjian pertama berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengikat Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Uimsya Blokagung dengan Prodi Magister MPI Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Dr. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I., selaku Kaprodi Magister MPI Uimsya Blokagung, dan Dr. Aziza Aryati, M.Ag., sebagai Kaprodi Magister MPI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Penandatanganan ini berfokus pada penguatan kurikulum dan tata kelola program magister. Guna memperkokoh payung hukum kolaborasi tersebut, dokumen kerja sama antara Uimsya Blokagung dan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu turut diketahui dan disetujui secara resmi oleh jimpinan tertinggi pascasarjana masing-masing kampus. Direktur Pascasarjana Uimsya Blokagung, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., bersanding dengan Direktur Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. H. Zubaedi, M.Ag., M.Pd., dalam menyetujui poin-poin kemitraan jangka panjang ini.

Fokus utama kerja sama Uimsya Blokagung dengan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dirancang berlaku selama 5 (lima) tahun. Berbagai agenda konkret disiapkan, mulai dari kolaborasi pembelajaran digital, penguji eksternal tugas akhir, riset kemitraan dosen, publikasi karya ilmiah bersama, hingga kolaborasi pengabdian kepada masyarakat berbasis e-learning. Selain itu, program penunjang seperti visit and exchange lecture serta forum ilmiah bersama juga siap direalisasikan.

Melengkapi jaringan kemitraan strategis tersebut, Uimsya Blokagung turut menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Dokumen kesepakatan ini disahkan langsung oleh Ketua Jurusan Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Muhammad Nuril Huda, M.Pd. Penandatanganan PKS ini berfokus pada penguatan penjaminan mutu internal, akselerasi akreditasi program studi, serta pengembangan pusat riset keislaman dan pesantren. Kolaborasi dengan UINSA Surabaya diproyeksikan membuka akses kolaborasi pengabdian masyarakat lintas pesantren serta perintisan jurnal ilmiah terakreditasi bersama.

Tak berhenti di situ, Uimsya Blokagung juga meresmikan Memorandum of Agreement (MoA) tingkat Pascasarjana bersama Pascasarjana UIN Sunan Kudus Jawa Tengah. Kesepakatan strategis ini ditandatangani oleh Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Ihsan, M.Ag., bersama dengan Direktur Pascasarjana Uimsya Blokagung, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si. Kerja sama inter-provinsi ini diproyeksikan berlaku efektif selama 4 (empat) tahun ke depan. Kerja sama Pascasarjana Uimsya Blokagung dan UIN Sunan Kudus mengusung misi utama peningkatan mutu kelembagaan. Ruang lingkup kesepakatannya mencakup pembinaan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan publikasi, pengabdian masyarakat, pelatihan soft skill dosen dan mahasiswa, pengembangan kelembagaan, hingga pengembangan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui pembagian tugas yang disepakati, UIN Sunan Kudus berperan dalam mengoordinasikan serta menyediakan akomodasi dan fasilitas pembinaan. Sementara itu, Pascasarjana Uimsya Blokagung siap menyokong dalam perencanaan, evaluasi, hingga menerjunkan dosen, narasumber, trainer, dan praktisi expert serta menyiapkan naskah akademik pendukung. Sinergi ini memperlihatkan posisi Uimsya Blokagung sebagai mitra sejajar yang kaya akan potensi SDM berkualitas. Langkah kolaboratif terpadu di kawasan Pantura Situbondo ini menjadi bukti konkret komitmen Uimsya Blokagung untuk terus mengepakkan sayap kualitas pendidikannya. Penandatanganan kesepakatan ganda ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi riset, meningkatkan mutu luaran mahasiswa, serta memperkuat kontribusi nyata Perguruan Tinggi Keagamaan Islam bagi masyarakat luas di tingkat nasional. 

Senin, 27 Juli 2026

Bikin Bangga! Dosen UIMSYA Dipilih Kemenkop RI Jadi Fasilitator Nasional KDKMP 2026

UIMSYA NEWS, Banyuwangi – Implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat, kembali ditunjukkan secara impresif oleh akademisi Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung Banyuwangi. Dosen Program Pascasarjana UIMSYA, Dr. Lely Ana Ferawati Ekaningsih, SE., MH., MM., CRA., CRP, resmi dipercaya oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) untuk mengawal agenda strategis berskala nasional. Beliau terpilih menjadi fasilitator dalam Pelatihan dan Sertifikasi Calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.


Program masif ini diusung di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah nyata dalam memperkuat pondasi perekonomian nasional dari tingkat akar rumput. Keterlibatan Dr. Lely Ana bukan sekadar penunjukan biasa, melainkan buah dari rekam jejaknya yang mumpuni di bidang kewirausahaan, tata kelola organisasi, serta komitmennya pada ekonomi kerakyatan. Kehadiran akademisi Uimsya di panggung nasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus berbasis pesantren tersebut. Proses untuk terpilih menjadi fasilitator nasional ini tidaklah mudah. Dr. Lely Ana harus melalui serangkaian seleksi yang amat ketat, mulai dari pemindaian administrasi, uji kognitif, hingga validasi kompetensi manajerial. Penyaringan ketat ini dilakukan guna menjamin integritas dan kualitas para pengajar. Lolos dengan hasil memuaskan, beliau menerima surat penugasan langsung dari Pimpinan Kemenkop RI untuk menggembleng para calon pimpinan koperasi desa.

Agenda diklat intensif ini dilaksanakan selama dua pekan, terhitung sejak 17 hingga 27 Juli 2026, dan dijadwalkan ditutup secara resmi pada 31 Juli 2026. Mengingat skala kegiatan yang sangat besar, pelatihan tersebar di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia. Menariknya, beberapa lokasi pelatihan ditempatkan di markas militer guna membentuk kedisiplinan dan karakter kepemimpinan peserta. Sebanyak 29.830 peserta dari kalangan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tampak memadati kelas-kelas pelatihan di berbagai daerah. Puluhan ribu talenta muda berpendidikan tinggi ini disiapkan secara matang untuk menduduki posisi strategis sebagai Manajer KDKMP. Langkah ini menjadi angin segar untuk mentransformasi manajemen koperasi desa agar tampil lebih modern, efisien, dan profesional.

Selama masa pelatihan, para calon manajer dibekali kurikulum super padat yang mencakup 90 jam pelajaran, terbagi ke dalam 12 modul, 42 materi, serta 10 unit kompetensi. Pembelajaran terfokus pada dua pilar utama, yakni kompetensi teknis (manajemen keuangan, digitalisasi usaha, dan analisis potensi desa) serta pengembangan soft skills (kepemimpinan visioner melalui Visionary Leadership Framework, komunikasi efektif, dan pemanfaatan Talent DNA). Tujuan utama dari diklat ini adalah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola koperasi yang akuntabel, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berjiwa wirausaha. Pembekalan ini diharapkan memberi fondasi bisnis yang kuat bagi para manajer muda dalam memotong mata rantai pasok yang selama ini kurang efisien di pedesaan. Manfaat hadirnya KDKMP dipastikan akan langsung dirasakan oleh masyarakat desa. Para manajer terlatih ini bertugas memastikan pendaftaran dan penyaluran barang bersubsidi serta bantuan sosial (bansos) berjalan tepat sasaran, sekaligus mempermudah akses permodalan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Di sela-sela kesibukannya memfasilitasi kelas pelatihan di markas Marinir Malang dan Sidoarjo, Dr. Lely Ana mengungkapkan kesan mendalamnya. "Melihat antusiasme dan semangat membara dari puluhan ribu anak muda peserta SPPI ini memberikan optimisme baru bagi masa depan ekonomi Indonesia. Mereka tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga ditempa kedisiplinannya agar memiliki mental baja saat terjun langsung mendampingi masyarakat desa," tutur Dr. Lely Ana.

Sebagai penutup, beliau menyampaikan pesan penting bagi para calon manajer KDKMP dan seluruh akademisi Uimsya. "Koperasi Desa Merah Putih tidak boleh hanya menjadi papan nama atau lembaga formalitas semata, melainkan harus hadir sebagai pilar tangguh ekonomi kerakyatan. Saya berharap para lulusan pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan yang jujur, inovatif, dan konsisten menyejahterakan warga desa. Bagi Uimsya, ini adalah bukti bahwa karya dan ilmu dari kampus kita mampu memberi dampak langsung bagi kemajuan bangsa," tegasnya. Keterlibatan aktif dosen UIMSYA Blokagung dalam agenda strategis nasional ini mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut demi terwujudnya kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan. 


Minggu, 26 Juli 2026

Pascasarjana UIMSYA Blokagung Banyuwangi Fasilitasi Penyerahan SKT Dua Majlis Ta'lim di Kabupaten Tabanan Bali

Tabanan, Bali – Pascasarjana Studi Islam Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kelembagaan keagamaan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dikemas dalam agenda Penyerahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Al-Amin dan Majlis Ta'lim Muallaf Mutiara Hidayah Al-Amin, bekerja sama dengan Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mendukung penguatan tata kelola lembaga keagamaan melalui proses legalisasi dan administrasi kelembagaan.

Penyerahan SKT tersebut bertujuan untuk memberikan legalitas resmi kepada kedua majlis ta'lim melalui pencatatan pada aplikasi SIMPENAIS (Sistem Informasi Manajemen Pendataan Lembaga Keagamaan Islam) milik Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui sistem tersebut, lembaga memperoleh nomor registrasi resmi beserta Surat Keterangan Terdaftar (SKT), sehingga memiliki dasar hukum yang jelas, administrasi yang tertib, serta terintegrasi dalam basis data nasional lembaga keagamaan Islam.

Acara dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan sivitas akademika. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, H. Suraji, S.Pd.I, Kepala KUA Tabanan, Gun Supardi, M.Pd.I, serta Pembina Yayasan Al-Amin, H. Soleh, M.Pd.I. Turut hadir pula Ketua Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Al-Amin, Hj. Mila Indriyani, dan Ketua Majlis Ta'lim Muallaf Mutiara Hidayah Al-Amin, Ibu Desak Komang Arumini, sebagai penerima Surat Keterangan Terdaftar.

Dalam sambutannya, Kaprodi Magister Studi Islam Pascasarjana UIMSYA Blokagung Banyuwangi, Dr. Sofi Faiqotul Hikmah, S.H.I., M.E.I., menyampaikan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan tidak hanya menghasilkan legalitas administratif bagi majlis ta'lim, tetapi juga mampu membangun semangat baru dalam pengembangan aktivitas keagamaan di tengah masyarakat.

"Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, kami berharap keberadaan Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Al-Amin maupun Majlis Ta'lim Muallaf Mutiara Hidayah Al-Amin semakin kuat secara kelembagaan. Legalitas yang diperoleh bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi fondasi untuk mengembangkan berbagai program pembinaan umat, kegiatan sosial keagamaan, pendidikan, serta aktivitas spiritual yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat," ungkap Dr. Sofi Faiqotul Hikmah.

Pelaksanaan program PkM ini melibatkan mahasiswa Program Magister Studi Islam Pascasarjana UIMSYA yang secara aktif mendampingi proses administrasi hingga penerbitan SKT. Mahasiswa tersebut adalah Sri Mulyani, Irama Sanjaya, Fadly, dan Moh. Nurul Khalim.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan Pascasarjana UIMSYA yang turut hadir, di antaranya Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Dr. H. Moh. Harun Al-Rasyid, Kaprodi Magister Ekonomi Syariah, Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si., Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Dr. Moh. Bisri Ikhwan, serta Dosen Magister Studi Islam, Dr. Ro'fat Hizmatul Himmah, M.Pd.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIMSYA Blokagung Banyuwangi menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan kelembagaan keagamaan. Sinergi antara perguruan tinggi, Kementerian Agama, serta masyarakat diharapkan mampu memperkuat eksistensi majlis ta'lim sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan umat, dan penguatan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan berkelanjutan.

Tingkatkan Legalitas Lembaga Keagamaan: Pascasarjana UIMSYA Blokagung Gelar PkM Penyerahan SKT Dua Majlis Ta'lim di Tabanan Bali

Pascasarjana Studi Islam Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kelembagaan keagamaan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan yang dikemas dalam agenda penyerahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) untuk Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Al-Amin dan Majlis Ta'lim Muallaf Mutiara Hidayah Al-Amin ini dilaksanakan bekerja sama dengan Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Bali.

Langkah ini merupakan bagian integral dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian sosial, tetapi juga mendorong tata kelola lembaga yang akuntabel melalui legalisasi dan tertib administrasi. Penyerahan SKT bertujuan memberikan payung hukum yang sah bagi kedua majlis ta'lim lewat pendataan resmi di aplikasi SIMPENAIS (Sistem Informasi Manajemen Pendataan Lembaga Keagamaan Islam) milik Kementerian Agama RI. Dengan terdaftarnya nomor registrasi dan penerbitan SKT tersebut, kedua lembaga kini memiliki legalitas yang jelas, administrasi yang teratur, serta terintegrasi secara nasional dalam basis data lembaga keagamaan Islam.

Acara penyerahan ini dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta sivitas akademika. Di antara yang hadir adalah Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Tabanan, H. Suraji, S.Pd.I; Kepala KUA Tabanan, Gun Supardi, M.Pd.I; dan Pembina Yayasan Al-Amin, H. Soleh, M.Pd.I. Dokumen SKT diserahkan secara langsung kepada Ketua Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Al-Amin, Hj. Mila Indriyani, serta Ketua Majlis Ta'lim Muallaf Mutiara Hidayah Al-Amin, Ibu Desak Komang Arumini.

Dalam penyampaiannya, Kaprodi Magister Studi Islam Pascasarjana UIMSYA Blokagung Banyuwangi, Dr. Sofi Faiqotul Hikmah, S.H.I., M.E.I., berharap agenda PkM ini tidak sebatas menghasilkan legalitas di atas kertas, tetapi juga memicu gelora baru dalam pengembangan dakwah dan kegiatan keagamaan. "Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, kami berharap keberadaan Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Al-Amin maupun Majlis Ta'lim Muallaf Mutiara Hidayah Al-Amin semakin kuat secara kelembagaan. Legalitas yang diperoleh bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi fondasi untuk mengembangkan berbagai program pembinaan umat, kegiatan sosial keagamaan, pendidikan, serta aktivitas spiritual yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat," ungkap Dr. Sofi Faiqotul Hikmah.

Pelaksanaan PkM ini melibatkan peran aktif mahasiswa Program Magister Studi Islam Pascasarjana UIMSYA yang mendampingi seluruh tahapan administrasi hingga SKT resmi terbit. Mahasiswa yang terlibat langsung dalam pendampingan ini adalah Sri Mulyani, Irama Sanjaya, Fadly, dan Moh. Nurul Khalim. Keberhasilan program ini juga didukung penuh oleh jajaran pimpinan Pascasarjana UIMSYA yang turut hadir di lokasi. Tampak hadir Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Dr. H. Moh. Harun Al-Rasyid; Kaprodi Magister Ekonomi Syariah, Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si.; Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Dr. Moh. Bisri Ikhwan; serta Dosen Magister Studi Islam, Dr. Ro'fat Hizmatul Himmah, M.Pd.

Melalui aksi nyata di Kabupaten Tabanan ini, Pascasarjana UIMSYA Blokagung Banyuwangi terus mengukuhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif memberdayakan masyarakat dan memperkuat institusi keagamaan. Kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, Kementerian Agama, dan masyarakat diharapkan dapat memperkokoh fungsi majlis ta'lim sebagai pusat pendidikan keagamaan serta penyebar nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif. 

Ukir Prestasi Nasional: Dosen UIMSYA Blokagung Banyuwangi Raih Penghargaan Bergengsi di Temu Tahunan PPMPI ke-13

 Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung Banyuwangi kembali menegaskan taringnya di kancah pendidikan tinggi nasional. Dua pengajar terbaik dari kampus berbasis pesantren ini sukses mengukir prestasi gemilang dengan memboyong penghargaan bergengsi dalam ajang Temu Tahunan Perkumpulan Prodi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) ke-13. Pencapaian luar biasa tersebut diraih oleh Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si. yang berhasil menyabet penghargaan Best Academic Leadership Award, serta Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I. yang dinobatkan sebagai Most Favorite Lecturer. Keberhasilan ini menjadi wujud nyata komitmen Uimsya dalam menghadirkan kepemimpinan akademis yang solid sekaligus kualitas pengajaran yang inspiratif bagi para mahasiswa.

Pertemuan nasional yang berlangsung meriah dan sarat nilai akademis ini digelar selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 22–24 Juli 2026. Bertempat di Ballroom Utama Raya Beach and Resort, Situbondo, Jawa Timur, suasana pantai yang menyegarkan berpadu harmonis dengan diskusi ilmiah berbobot dari para penggiat pendidikan Islam. Pada penyelenggaraan tahun ini, PPMPI ke-13 mengusung fokus utama yang visioner: "Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis OBE dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global." Tema ini digagas guna mendorong setiap prodi Manajemen Pendidikan Islam agar semakin lihai beradaptasi dengan era digital tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman.

Sebanyak 110 peserta yang terdiri atas pimpinan, pengelola program studi, hingga dosen MPI dari PTKIN dan PTKIS seluruh Indonesia turut hadir memadati lokasi acara. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kasubdit Pengembangan Akademik Diktis Kemenag RI, Dr. Asro'i, M.Pd., yang mengapresiasi konsistensi forum dalam menjaga mutu pendidikan. Selama agenda berlangsung, para peserta mengikuti serangkaian workshop intensif mengenai penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) untuk jenjang S1, S2, dan S3. Pembahasan juga mencakup perancangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta strategi penyiapan borang Akreditasi Program Studi (APS 3.0).

Tak hanya itu, penguatan kapasitas riset berkualitas juga menjadi materi krusial. Forum memberikan pembekalan mendalam agar proposal penelitian para akademisi dapat menembus hibah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) maupun Kementerian Agama (MORA), disamping trik taktis pengelolaan jurnal internasional bereputasi. Rangkaian acara kian semarak dengan diselenggarakannya The 8th Annual Conference on Islamic Educational Management (ACIEM) 2026. Konferensi internasional ini menjadi ajang presentasi hasil penelitian terkini yang kemudian ditutup dengan malam penganugerahan dosen serta mahasiswa berprestasi. Kemeriahan pun makin lengkap dengan agenda touring ke Pesantren Nurul Jadid dan Universitas Nurul Jadid selaku panitia pelaksana, hingga kawasan wisata Bromo.

Usai menerima penghargaan, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si. membagikan kebahagiaan dan kesannya. Menurutnya, predikat Best Academic Leadership Award ini merupakan buah manis dari kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen di Uimsya Blokagung Banyuwangi. "Forum PPMPI ke-13 ini memberikan pengalaman luar biasa, tidak hanya memperluas jaringan tetapi juga memberi arah transformasi digital di era MPI 5.0. Pesan saya untuk rekan-rekan akademisi, mari kita manfaatkan momen ini untuk terus berinovasi, memperkuat kepemimpinan yang memberi teladan, dan membawa kampus kita menuju panggung internasional," ungkap Dr. Siti Aimah.

Rasa syukur mendalam juga disampaikan Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I. atas raihan Most Favorite Lecturer. Ia merasa terharu atas kepercayaan dan apresiasi tinggi yang diberikan oleh sivitas akademika serta mahasiswa. "Penghargaan ini menjadi lecutan semangat bagi saya untuk selalu mengajar menggunakan hati. Memanfaatkan integrasi AI dalam pembelajaran itu penting, tetapi pendekatan yang humanis serta empati kepada mahasiswa tetaplah yang utama. Pesan saya, semoga ini bisa menginspirasi kita semua untuk menyajikan pembelajaran yang menyejukkan dan memicu prestasi," tutur Dr. Nur Hidayati.

Pihak rektorat dan seluruh keluarga besar Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung menyambut pencapaian ini dengan penuh kebanggaan. Prestasi dua dosen terbaik ini makin mempertegas reputasi Uimsya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang siap bersaing global dan terus memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Islam. 

Selasa, 14 Juli 2026

UIMSYA-UNUJA Bermitra, Dobrak Jurnal Internasional Lewat Kolaborasi Strategis Dua Pascasarjana

BANYUWANGI – Peta kejuaraan akademik perguruan tinggi berbasis pesantren di Jawa Timur kembali menunjukkan progres yang masif. Pada Selasa, 14 Juli 2026, Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung Banyuwangi resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Probolinggo. Langkah kolaboratif ini tidak hanya berhenti di atas kertas penandatanganan memorandum, melainkan langsung diakselerasi dengan menggelar Pelatihan Penulisan Artikel pada Jurnal Bereputasi Internasional yang bertempat di Ruang Rapat Kampus 2 Uimsya Blokagung.

Kedatangan rombongan delegasi dari UNUJA Probolinggo ke bumi Blambangan disambut hangat penuh keakraban oleh jajaran pimpinan tuan rumah. Wakil Rektor 1 Uimsya, Drs. Eko Budiywono, M.H., bersama Wakil Rektor 3 Uimsya, Abdi Fauji Hadiono, M.H., M.Sos., secara langsung menyambut para tamu VIP tersebut. Sambutan ini menjadi simbol kuat sinergi antar-perguruan tinggi Nahdlatul Ulama untuk saling menguatkan dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya peningkatan mutu riset ilmiah.

Hadir sebagai motor penggerak utama dari UNUJA, dua akademisi senior yang sepak terjangnya di dunia publikasi global sudah tidak diragukan lagi. Pemateri pertama adalah Assoc. Prof. Dr. H. Akmal Mundiri, M.Pd., yang merupakan Direktur Pascasarjana Unuja. Ia didampingi oleh pemateri kedua, Assoc. Prof. Dr. Abu Hasan Agus Rahmatullah, M.Pd.I., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Unuja. Keduanya membawa misi khusus untuk "membedah isi kepala" reviewer jurnal internasional terindeks Scopus.

Di kursi peserta, antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran para pimpinan pascasarjana tuan rumah. Acara ini dikawal langsung oleh Direktur Pascasarjana Uimsya, Dr. Siti Aimah, M.Si. Tak sendirian, ia didampingi oleh Ketua Program Studi S2 Ekonomi Syariah Uimsya, Dr. Nur Anim Jauhariyah, M.Si., serta Ketua Program Studi S2 Studi Islam Uimsya, Dr. Sofi Faiqotul Himmah, M.E.I., yang kompak berkomitmen membawa pascasarjana Uimsya go international.

Suasana ruang rapat Kampus 2 semakin hidup dengan kehadiran 30 mahasiswa terpilih dari Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Uimsya. Para mahasiswa magister ini sengaja dilibatkan agar sejak bangku kuliah sudah akrab dengan atmosfer riset global. Mereka tampak serius menyimak pemaparan taktis mengenai anatomi artikel ilmiah yang layak tembus di jurnal bereputasi tinggi Q1 hingga Q4.

Dalam sesi materinya, Assoc. Prof. Dr. H. Akmal Mundiri, M.Pd., memberikan pesan mendalam mengenai mentalitas seorang peneliti. Beliau menegaskan bahwa menulis di jurnal internasional bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan dakwah kontemporer berbasis data. "Kunci utamanya ada pada kebaruan (novelty) dan konsistensi. Kampus berbasis pesantren punya kekayaan modal sosial dan budaya yang luar biasa unik untuk diteliti, dan dunia internasional sangat menanti narasi-narasi itu," ungkap Direktur Pascasarjana Unuja tersebut.

Senada dengan koleganya, Assoc. Prof. Dr. Abu Hasan Agus Rahmatullah, M.Pd.I., membagikan kesan positifnya selama berada di Uimsya Blokagung. Ia mengaku sangat kagum dengan kultur akademik dan semangat belajar yang ditunjukkan oleh civitas akademika Uimsya. "Respons dari para dosen dan mahasiswa di sini sangat interaktif. Potensi draf artikel yang mereka miliki sebenarnya sangat bagus, tinggal dipoles sedikit di bagian metodologi dan analisis agar sesuai standar global," kesannya di sela-sela acara.

Di sisi lain, perwakilan peserta dari mahasiswa S2 MPI Uimsya mengungkapkan rasa syukur dan kesannya yang luar biasa setelah mengikuti pelatihan ini. Mereka mengaku selama ini menganggap publikasi internasional sebagai momok yang menakutkan dan sulit diraih. Namun, lewat penyampaian materi yang renyah, taktis, dan aplikatif dari para asesor Unuja, mereka kini mendapatkan peta jalan (roadmap) yang jelas dan optimisme baru untuk segera menyelesaikan tesis sekaligus memublikasikannya.

Acara yang berlangsung produktif ini ditutup dengan penyerahan cendera mata serta sesi foto bersama. Melalui momentum kerja sama penulisan artikel internasional ini, Uimsya Blokagung dan Unuja Probolinggo membuktikan bahwa kolaborasi nyata jauh lebih berharga daripada kompetisi, sekaligus menjadi tonggak baru bagi kedua kampus pesantren untuk melompat lebih tinggi di kancah akademik global.