Banyuwangi - Paradigma lama bahwa lulus Strata Dua
(S2) harus selalu berkutat dengan tumpukan buku tesis yang tebal tampaknya
mulai digeser oleh inovasi akademik yang diterapkan di bumi Blambangan. Langkah
progresif ini dibuktikan oleh Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam
(MPI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung, Banyuwangi. Melalui
skema kelulusan berbasis publikasi ilmiah, kampus ini sukses mengukuhkan
standar baru yang lebih segar dan diakui secara nasional. Hari ini, Kamis
(26/5/2026), atmosfir akademik yang penuh ketegangan sekaligus optimisme begitu
terasa di Gedung Pascasarjana. Ruang sidang menjadi saksi bisu perjuangan enam
mahasiswa tangguh yang siap mempertahankan hasil riset terbaik mereka demi
meraih gelar Magister. Prosesi ujian tugas akhir ini berlangsung secara maraton
selama enam jam penuh, dimulai sejak pukul 08.00 hingga berakhir pada pukul
14.00 WIB.

Ujian kali ini terasa sangat spesial dan berbobot karena tugas akhir yang dipertanggungjawabkan oleh para peserta sudah melampaui standar konvensional. Pascasarjana Uimsya secara berani mendorong hilirisasi riset mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pajangan di rak perpustakaan, melainkan menjadi konsumsi publik ilmiah nasional. Hal ini terlihat dari kategori tugas akhir yang dipilih oleh para mahasiswa yang terbagi menjadi dua jalur prestasi. Dari total enam peserta sidang, sebanyak dua mahasiswa memilih jalur kombinasi yang kokoh, yakni mempertahankan Tugas Akhir berupa Tesis konvensional yang didampingi dengan publikasi Artikel ilmiah terindeks Sinta 3. Sementara itu, empat mahasiswa lainnya mengambil langkah yang lebih menantang sekaligus bergengsi, yaitu jalur akselerasi kelulusan tanpa tesis melalui penulisan dua Artikel ilmiah yang berhasil menembus jurnal nasional bereputasi Sinta 2.
Sidang akademik tingkat tinggi ini dikawal ketat oleh jajaran dewan penguji yang sangat kompeten dan ahli di bidang manajemen pendidikan. Bertindak sebagai Ketua Penguji adalah Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., yang memimpin jalannya persidangan dengan tegas dan terukur. Beliau didampingi oleh Dr. H. Muhammad Imam Khaudli, S.Pd.I., M.Si. sebagai Penguji 1, serta Dr. Ainur Rofiq, M.Pd.I. yang bertindak sebagai Penguji 2. Ketajaman analisis, metodologi, hingga novelty (kebaruan) riset mahasiswa diuji secara mendalam melalui rentetan pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh dewan penguji. Setiap mahasiswa dituntut untuk mampu membuktikan bahwa artikel yang mereka tulis memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan dunia pendidikan Islam kontemporer. Ketegangan sempat memuncak di ruang sidang, namun mentalitas akademik yang matang membuat para peserta mampu menjawab setiap sanggahan dengan lugas.
Setelah melalui
dinamika persidangan yang menguras energi dan pikiran, suasana ruang ujian
berubah menjadi penuh keharuan saat dewan penguji membacakan hasil kelulusan.
Kerja keras berbulan-bulan yang melelahkan terbayar lunas dengan raihan
predikat yang memuaskan bagi seluruh peserta sidang. Kebanggaan kolektif pun
terpancar dari wajah para dosen maupun mahasiswa yang hadir di dalam ruangan
tersebut.Rasa bangga tersebut mengalir langsung dari dewan penguji yang
memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian akademis para peserta. Mewakili
jajaran penguji, Dr. Siti Aimah menyampaikan rasa bangganya : “Saya ssangat
bangga dengan kualitas akademis yang ditunjukkan para mahasiswa hari ini. Riset
mereka bukan sekadar formalitas untuk lulus, melainkan sebuah karya ilmiah
bermutu yang sudah teruji kelayakannya oleh reviewer jurnal nasional Sinta 2
dan 3. Karakter kritis dan kedalaman analisis seperti inilah yang membuktikan
bahwa lulusan Pascasarjana Ukhms memiliki daya saing tinggi di level
nasional."
Sejalan dengan
kebanggaan dewan penguji, rasa lega dan syukur yang tak terhingga juga
diungkapkan oleh perwakilan mahasiswa pascasarjana setelah berhasil melewati
ketatnya seleksi artikel ilmiah nasional. Sembari menyeka air mata bahagia, Istianatul
Imamah menuturkan kesan mendalamnya, "Perjuangan untuk sampai di titik
ini, terutama saat harus menembus jurnal ilmiah bereputasi, benar-benar
menguras energi dan air mata. Namun, proses ini memberikan kami pengalaman
akademis yang luar biasa berharga karena kami dipaksa untuk berpikir global dan
dinamis. Hari ini adalah pembuktian bahwa lulusan kampus berbasis pesantren
mampu berbicara banyak di dunia riset nasional."
Sebagai penutup dari rangkaian sidang maraton ini, sebuah pesan bermakna dititipkan kepada para lulusan agar gelar Magister yang diraih senantiasa dibarengi dengan tanggung jawab moral yang besar di masyarakat. Selepas sidang ini, mereka diharapkan tidak pernah membiarkan tinta akademisnya kering, melainkan terus konsisten menulis, meneliti, dan menjadi lokomotif perubahan yang inovatif serta berintegritas di lembaga pendidikan masing-masing dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur almamater, Uimsya Blokagung.


Alhamdulillah, josSSS. Luarrr biasso. Selamat kepada teman² Pascasarjana UIMSYA yang berhasil publish di Sinta 2. Always give best support ... Kembangkan dan lanjutken ...
BalasHapusMantuul... Jojis pokok e
BalasHapus