UIMSYA NEWS, Banyuwangi – Implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat, kembali ditunjukkan secara impresif oleh akademisi Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung Banyuwangi. Dosen Program Pascasarjana UIMSYA, Dr. Lely Ana Ferawati Ekaningsih, SE., MH., MM., CRA., CRP, resmi dipercaya oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) untuk mengawal agenda strategis berskala nasional. Beliau terpilih menjadi fasilitator dalam Pelatihan dan Sertifikasi Calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Program masif ini diusung di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah nyata dalam memperkuat pondasi perekonomian nasional dari tingkat akar rumput. Keterlibatan Dr. Lely Ana bukan sekadar penunjukan biasa, melainkan buah dari rekam jejaknya yang mumpuni di bidang kewirausahaan, tata kelola organisasi, serta komitmennya pada ekonomi kerakyatan. Kehadiran akademisi Uimsya di panggung nasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus berbasis pesantren tersebut. Proses untuk terpilih menjadi fasilitator nasional ini tidaklah mudah. Dr. Lely Ana harus melalui serangkaian seleksi yang amat ketat, mulai dari pemindaian administrasi, uji kognitif, hingga validasi kompetensi manajerial. Penyaringan ketat ini dilakukan guna menjamin integritas dan kualitas para pengajar. Lolos dengan hasil memuaskan, beliau menerima surat penugasan langsung dari Pimpinan Kemenkop RI untuk menggembleng para calon pimpinan koperasi desa.
Agenda diklat intensif ini dilaksanakan
selama dua pekan, terhitung sejak 17 hingga 27 Juli 2026, dan dijadwalkan
ditutup secara resmi pada 31 Juli 2026. Mengingat skala kegiatan yang sangat
besar, pelatihan tersebar di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451
kelas di seluruh Indonesia. Menariknya, beberapa lokasi pelatihan ditempatkan
di markas militer guna membentuk kedisiplinan dan karakter kepemimpinan
peserta. Sebanyak 29.830 peserta dari kalangan Sarjana Penggerak Pembangunan
Indonesia (SPPI) tampak memadati kelas-kelas pelatihan di berbagai daerah.
Puluhan ribu talenta muda berpendidikan tinggi ini disiapkan secara matang
untuk menduduki posisi strategis sebagai Manajer KDKMP. Langkah ini menjadi
angin segar untuk mentransformasi manajemen koperasi desa agar tampil lebih
modern, efisien, dan profesional.
Selama masa pelatihan, para calon manajer
dibekali kurikulum super padat yang mencakup 90 jam pelajaran, terbagi ke dalam
12 modul, 42 materi, serta 10 unit kompetensi. Pembelajaran terfokus pada dua
pilar utama, yakni kompetensi teknis (manajemen keuangan, digitalisasi usaha,
dan analisis potensi desa) serta pengembangan soft skills (kepemimpinan
visioner melalui Visionary Leadership Framework, komunikasi efektif, dan
pemanfaatan Talent DNA). Tujuan utama dari diklat ini adalah mencetak
Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola koperasi yang akuntabel, adaptif terhadap
perkembangan teknologi, dan berjiwa wirausaha. Pembekalan ini diharapkan
memberi fondasi bisnis yang kuat bagi para manajer muda dalam memotong mata
rantai pasok yang selama ini kurang efisien di pedesaan. Manfaat hadirnya KDKMP
dipastikan akan langsung dirasakan oleh masyarakat desa. Para manajer terlatih
ini bertugas memastikan pendaftaran dan penyaluran barang bersubsidi serta
bantuan sosial (bansos) berjalan tepat sasaran, sekaligus mempermudah akses
permodalan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Di sela-sela kesibukannya memfasilitasi
kelas pelatihan di markas Marinir Malang dan Sidoarjo, Dr. Lely Ana
mengungkapkan kesan mendalamnya. "Melihat antusiasme dan semangat membara
dari puluhan ribu anak muda peserta SPPI ini memberikan optimisme baru bagi
masa depan ekonomi Indonesia. Mereka tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi
juga ditempa kedisiplinannya agar memiliki mental baja saat terjun langsung
mendampingi masyarakat desa," tutur Dr. Lely Ana.
Sebagai penutup, beliau menyampaikan pesan penting bagi para calon manajer KDKMP dan seluruh akademisi Uimsya. "Koperasi Desa Merah Putih tidak boleh hanya menjadi papan nama atau lembaga formalitas semata, melainkan harus hadir sebagai pilar tangguh ekonomi kerakyatan. Saya berharap para lulusan pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan yang jujur, inovatif, dan konsisten menyejahterakan warga desa. Bagi Uimsya, ini adalah bukti bahwa karya dan ilmu dari kampus kita mampu memberi dampak langsung bagi kemajuan bangsa," tegasnya. Keterlibatan aktif dosen UIMSYA Blokagung dalam agenda strategis nasional ini mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut demi terwujudnya kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)




