Tampilkan postingan dengan label Pkm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pkm. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2026

Bikin Bangga! Dosen UIMSYA Dipilih Kemenkop RI Jadi Fasilitator Nasional KDKMP 2026

UIMSYA NEWS, Banyuwangi – Implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat, kembali ditunjukkan secara impresif oleh akademisi Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung Banyuwangi. Dosen Program Pascasarjana UIMSYA, Dr. Lely Ana Ferawati Ekaningsih, SE., MH., MM., CRA., CRP, resmi dipercaya oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) untuk mengawal agenda strategis berskala nasional. Beliau terpilih menjadi fasilitator dalam Pelatihan dan Sertifikasi Calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.


Program masif ini diusung di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah nyata dalam memperkuat pondasi perekonomian nasional dari tingkat akar rumput. Keterlibatan Dr. Lely Ana bukan sekadar penunjukan biasa, melainkan buah dari rekam jejaknya yang mumpuni di bidang kewirausahaan, tata kelola organisasi, serta komitmennya pada ekonomi kerakyatan. Kehadiran akademisi Uimsya di panggung nasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus berbasis pesantren tersebut. Proses untuk terpilih menjadi fasilitator nasional ini tidaklah mudah. Dr. Lely Ana harus melalui serangkaian seleksi yang amat ketat, mulai dari pemindaian administrasi, uji kognitif, hingga validasi kompetensi manajerial. Penyaringan ketat ini dilakukan guna menjamin integritas dan kualitas para pengajar. Lolos dengan hasil memuaskan, beliau menerima surat penugasan langsung dari Pimpinan Kemenkop RI untuk menggembleng para calon pimpinan koperasi desa.

Agenda diklat intensif ini dilaksanakan selama dua pekan, terhitung sejak 17 hingga 27 Juli 2026, dan dijadwalkan ditutup secara resmi pada 31 Juli 2026. Mengingat skala kegiatan yang sangat besar, pelatihan tersebar di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia. Menariknya, beberapa lokasi pelatihan ditempatkan di markas militer guna membentuk kedisiplinan dan karakter kepemimpinan peserta. Sebanyak 29.830 peserta dari kalangan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tampak memadati kelas-kelas pelatihan di berbagai daerah. Puluhan ribu talenta muda berpendidikan tinggi ini disiapkan secara matang untuk menduduki posisi strategis sebagai Manajer KDKMP. Langkah ini menjadi angin segar untuk mentransformasi manajemen koperasi desa agar tampil lebih modern, efisien, dan profesional.

Selama masa pelatihan, para calon manajer dibekali kurikulum super padat yang mencakup 90 jam pelajaran, terbagi ke dalam 12 modul, 42 materi, serta 10 unit kompetensi. Pembelajaran terfokus pada dua pilar utama, yakni kompetensi teknis (manajemen keuangan, digitalisasi usaha, dan analisis potensi desa) serta pengembangan soft skills (kepemimpinan visioner melalui Visionary Leadership Framework, komunikasi efektif, dan pemanfaatan Talent DNA). Tujuan utama dari diklat ini adalah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola koperasi yang akuntabel, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berjiwa wirausaha. Pembekalan ini diharapkan memberi fondasi bisnis yang kuat bagi para manajer muda dalam memotong mata rantai pasok yang selama ini kurang efisien di pedesaan. Manfaat hadirnya KDKMP dipastikan akan langsung dirasakan oleh masyarakat desa. Para manajer terlatih ini bertugas memastikan pendaftaran dan penyaluran barang bersubsidi serta bantuan sosial (bansos) berjalan tepat sasaran, sekaligus mempermudah akses permodalan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Di sela-sela kesibukannya memfasilitasi kelas pelatihan di markas Marinir Malang dan Sidoarjo, Dr. Lely Ana mengungkapkan kesan mendalamnya. "Melihat antusiasme dan semangat membara dari puluhan ribu anak muda peserta SPPI ini memberikan optimisme baru bagi masa depan ekonomi Indonesia. Mereka tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga ditempa kedisiplinannya agar memiliki mental baja saat terjun langsung mendampingi masyarakat desa," tutur Dr. Lely Ana.

Sebagai penutup, beliau menyampaikan pesan penting bagi para calon manajer KDKMP dan seluruh akademisi Uimsya. "Koperasi Desa Merah Putih tidak boleh hanya menjadi papan nama atau lembaga formalitas semata, melainkan harus hadir sebagai pilar tangguh ekonomi kerakyatan. Saya berharap para lulusan pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan yang jujur, inovatif, dan konsisten menyejahterakan warga desa. Bagi Uimsya, ini adalah bukti bahwa karya dan ilmu dari kampus kita mampu memberi dampak langsung bagi kemajuan bangsa," tegasnya. Keterlibatan aktif dosen UIMSYA Blokagung dalam agenda strategis nasional ini mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut demi terwujudnya kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan. 


Minggu, 26 Juli 2026

Pascasarjana UIMSYA Blokagung Banyuwangi Fasilitasi Penyerahan SKT Dua Majlis Ta'lim di Kabupaten Tabanan Bali

Tabanan, Bali – Pascasarjana Studi Islam Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kelembagaan keagamaan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dikemas dalam agenda Penyerahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Al-Amin dan Majlis Ta'lim Muallaf Mutiara Hidayah Al-Amin, bekerja sama dengan Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mendukung penguatan tata kelola lembaga keagamaan melalui proses legalisasi dan administrasi kelembagaan.

Penyerahan SKT tersebut bertujuan untuk memberikan legalitas resmi kepada kedua majlis ta'lim melalui pencatatan pada aplikasi SIMPENAIS (Sistem Informasi Manajemen Pendataan Lembaga Keagamaan Islam) milik Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui sistem tersebut, lembaga memperoleh nomor registrasi resmi beserta Surat Keterangan Terdaftar (SKT), sehingga memiliki dasar hukum yang jelas, administrasi yang tertib, serta terintegrasi dalam basis data nasional lembaga keagamaan Islam.

Acara dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan sivitas akademika. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, H. Suraji, S.Pd.I, Kepala KUA Tabanan, Gun Supardi, M.Pd.I, serta Pembina Yayasan Al-Amin, H. Soleh, M.Pd.I. Turut hadir pula Ketua Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Al-Amin, Hj. Mila Indriyani, dan Ketua Majlis Ta'lim Muallaf Mutiara Hidayah Al-Amin, Ibu Desak Komang Arumini, sebagai penerima Surat Keterangan Terdaftar.

Dalam sambutannya, Kaprodi Magister Studi Islam Pascasarjana UIMSYA Blokagung Banyuwangi, Dr. Sofi Faiqotul Hikmah, S.H.I., M.E.I., menyampaikan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan tidak hanya menghasilkan legalitas administratif bagi majlis ta'lim, tetapi juga mampu membangun semangat baru dalam pengembangan aktivitas keagamaan di tengah masyarakat.

"Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, kami berharap keberadaan Majlis Ta'lim Ibu-Ibu Al-Amin maupun Majlis Ta'lim Muallaf Mutiara Hidayah Al-Amin semakin kuat secara kelembagaan. Legalitas yang diperoleh bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi fondasi untuk mengembangkan berbagai program pembinaan umat, kegiatan sosial keagamaan, pendidikan, serta aktivitas spiritual yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat," ungkap Dr. Sofi Faiqotul Hikmah.

Pelaksanaan program PkM ini melibatkan mahasiswa Program Magister Studi Islam Pascasarjana UIMSYA yang secara aktif mendampingi proses administrasi hingga penerbitan SKT. Mahasiswa tersebut adalah Sri Mulyani, Irama Sanjaya, Fadly, dan Moh. Nurul Khalim.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan Pascasarjana UIMSYA yang turut hadir, di antaranya Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Dr. H. Moh. Harun Al-Rasyid, Kaprodi Magister Ekonomi Syariah, Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si., Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Dr. Moh. Bisri Ikhwan, serta Dosen Magister Studi Islam, Dr. Ro'fat Hizmatul Himmah, M.Pd.

Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIMSYA Blokagung Banyuwangi menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan kelembagaan keagamaan. Sinergi antara perguruan tinggi, Kementerian Agama, serta masyarakat diharapkan mampu memperkuat eksistensi majlis ta'lim sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan umat, dan penguatan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan berkelanjutan.