Minggu, 13 September 2026

Mahasiswa Pascasarjana UIMSYA Garap Isu AI dan Keuangan Syariah Di Forum iBAF 2026 Malaysia

Perguruan tinggi berbasis pesantren kembali menunjukkan kemampuannya untuk bersaing di arena ilmiah dunia. Komitmen ini dibuktikan oleh 8 mahasiswa Program Magister (S2) Ekonomi Syariah Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi melalui partisipasi aktif dalam ajang The 12th Islamic Banking, Accounting and Finance International Conference (iBAF 2026). Perhelatan bertaraf internasional yang diorganisir oleh Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) tersebut digelar pada Rabu, 09 September 2026, bertempat di Hotel Mövenpick Kompleks TH Sepang, Selangor, Malaysia.

Peserta iBAF 2026 bersama dosen pendamping di Depan Hotel Movenpick

Edisi ke-12 dari konferensi internasional ini memfokuskan pembahasannya pada isu-isu krusial industri keuangan global melalui tema "Future-Ready Islamic Accounting, Banking and Finance: Integrating Artificial Intelligence, Sustainability and Governance". Acara ini menjadi ruang perjumpaan ilmiah bagi pakar, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara guna mengulas integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI), tata kelola yang baik, serta prinsip keberlanjutan dalam ekosistem perbankan dan akuntansi Islam.

Peserta iBAF dari UIMSYA bersama Panitia dari USIM Malaysia

Delegasi mahasiswa UIMSYA beraksi dengan pendampingan langsung dari jajaran pimpinan Pascasarjana, yakni Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si. (Direktur Pascasarjana) dan Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I. (Dosen Pascasarjana). Pendampingan ini menjadi bentuk dukungan nyata institusi dalam membentuk kesiapan akademis dan rasa percaya diri mahasiswa saat tampil di mimbar internasional.

Di tengah atmosfer konferensi di kawasan Sepang dekat KLIA tersebut, 8 mahasiswa S2 Ekonomi Syariah UIMSYA tidak sekadar menyimak rangkaian perhelatan. Mereka tampil mempresentasikan hasil riset dan gagasan akademis terkait bagaimana sektor keuangan syariah merespons perkembangan teknologi digital serta tantangan keberlanjutan lingkungan.

Sepanjang agenda konferensi, para peserta asal Banyuwangi ini terlibat dalam sesi paralel dan diskusi ilmiah. Topik-topik seputar efisiensi perbankan syariah serta aplikasi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem akuntansi syariah menjadi poin diskusi hangat yang menarik perhatian para delegasi mancanegara.

Presentasi Mahasiswa UIMSYA dalam sesi Paralel dan diskusi ilmiah

Pihak pimpinan Pascasarjana UIMSYA memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Direktur Pascasarjana, Dr. Siti Aimah, S.Pd.I., M.Si., menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa di iBAF 2026 membuktikan keilmuan berbasis pesantren sangat terbuka dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Beliau berharap wawasan internasional ini mampu memicu lahirnya karya-karya ilmiah berkualitas di masa depan.

Sementara itu, Dr. Nur Hidayati, M.Pd.I. memuji kesiapan mental dan keberanian para mahasiswa di panggung dunia. Beliau menilai kemampuan menyelaraskan prinsip tata kelola syariah dengan teknologi kecerdasan buatan menandakan bahwa akademisi pesantren siap berkontribusi sebagai pemain kunci dalam industri keuangan syariah global.

Kesan mendalam turut dirasakan oleh para delegasi mahasiswa S2 Ekonomi Syariah UIMSYA. Perwakilan mahasiswa mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat memaparkan pemikiran di hadapan peneliti dunia pada forum berskala internasional tersebut, sekaligus menjadikan pengalaman ini sebagai pemantik semangat untuk memajukan ekonomi Islam di Indonesia.

Keikutsertaan dalam konferensi internasional di Malaysia ini mempertegas langkah UIMSYA Blokagung Banyuwangi dalam mencetak sumber daya manusia berwawasan global yang mampu memadukan kedalaman ilmu syariah dengan tuntutan teknologi masa depan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar