Selasa, 04 November 2025

Seminar Internasional UIMSYA di Universiti Putra Malaysia: Perkuat Kepemimpinan Pendidikan Islam di Era Digital

 

Selangor, Malaysia — Senin, 3 November 2025. Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Banyuwangi kembali menorehkan langkah gemilang di kancah akademik internasional melalui kegiatan Overseas Seminar atau Seminar Internasional Mahasiswa dan Dosen Pascasarjana yang bertemakan “Strengthening Islamic Educational Leadership Through Faith, Ethics, and Digital Transformation.”

Kegiatan prestisius ini digelar di Fakulti Pengajian Pendidikan (FPP) Universiti Putra Malaysia (UPM), Selangor, Malaysia, dan diikuti oleh 1 dosen pendamping serta 25 mahasiswa Pascasarjana UIMSYA Blokagung. Seminar ini menjadi ajang berbagi gagasan global, menguatkan sinergi antar universitas, serta memperluas wawasan kepemimpinan pendidikan Islam di era digital.

Pukul 08.00 pagi waktu Malaysia, suasana FPP UPM telah dipenuhi semangat para peserta. Kegiatan dimulai dengan Ucapan Aluan Pengerusi Majlis oleh Dr. Muhammad Zarif Hassan, yang menyambut kehadiran rombongan UIMSYA dengan penuh keakraban. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya memperkokoh kerja sama akademik antara institusi pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

“Kita berkongsi satu akar nilai dan semangat keilmuan. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkukuh kepemimpinan pendidikan Islam agar mampu beradaptasi dengan cabaran digitalisasi dan globalisasi,” ungkap Dr. Zarif dalam pidato pembukanya.

Sambutan ini disambut meriah oleh para mahasiswa UIMSYA yang hadir dengan semangat dan kebanggaan tersendiri, membawa nama baik kampus dan pesantren ke panggung internasional.

Selanjutnya, Dr. Muhammad Bisri Ihwan, Lc., M.Pd., selaku dosen pendamping sekaligus perwakilan Pascasarjana UIMSYA Blokagung, menyampaikan Ucapan Aluan dari pihak Pascasarjana. Dalam sambutannya, beliau menyoroti tema utama seminar yang berfokus pada penguatan kepemimpinan pendidikan Islam berbasis iman, etika, dan transformasi digital.

“Kami percaya bahwa kepemimpinan dalam pendidikan Islam harus bertumpu pada tiga kekuatan utama — iman, akhlak, dan inovasi digital. Tanpa ketiganya, pendidikan akan kehilangan arah di tengah derasnya perubahan zaman,” ujar Dr. Bisri penuh semangat.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dari program pascasarjana UIMSYA untuk mewujudkan visi internasionalisasi kampus berbasis nilai-nilai pesantren, akademik, dan kemanusiaan.

Puncak pembukaan acara ditandai dengan Ucapan Perasmian Konferens oleh Prof. Madya Dr. Wan Marzuki Wan Jaafar, selaku Dekan Fakulti Pengajian Pendidikan (FPP), Universiti Putra Malaysia. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap tema seminar yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.

“Kepemimpinan pendidikan Islam harus mampu menyeimbangkan antara nilai tradisi dan inovasi teknologi. Digital transformation bukan ancaman, tetapi peluang untuk memperluas dakwah dan membentuk generasi pendidik beretika tinggi,” tutur Prof. Marzuki.

Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian cinderamata antara pihak UIMSYA dan FPP UPM sebagai simbol persahabatan akademik lintas negara. Suasana penuh keakraban pun tercipta dalam sesi fotografi bersama, di mana seluruh peserta dan dosen berfoto di depan dewan FPP dengan wajah ceria dan penuh kebanggaan.

Memasuki pukul 09.50 pagi, seminar berlanjut ke sesi konferensi paralel mahasiswa yang dibagi ke beberapa ruang di lingkungan FPP UPM, yaitu:

  • Bilik Sidang, Blok A, FPP
  • Bilik Qhub, Blok A, FPP
  • Bilik Pengajaran Mikro A, Blok C, FPP
  • Bilik Pengajaran Mikro B, Blok C, FPP
  • Makmal Teknologi A, Blok C, FPP

Setiap bilik menjadi ruang diskusi aktif, di mana mahasiswa Pascasarjana UIMSYA mempresentasikan hasil penelitian dan gagasan ilmiah mereka. Tema-tema yang diangkat pun beragam dan relevan, mulai dari kepemimpinan transformasional berbasis nilai Islam, penerapan etika spiritual dalam manajemen lembaga pendidikan, hingga inovasi digital dalam pengelolaan madrasah dan pesantren.

Para peserta dari Universiti Putra Malaysia memberikan respon positif dan terlibat dalam sesi tanya jawab yang dinamis. Diskusi lintas budaya ini melahirkan beragam perspektif baru tentang bagaimana pendidikan Islam dapat beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislamannya.

Menjelang pukul 12.30 siang, seluruh rangkaian seminar berakhir dengan suasana penuh rasa syukur dan kebanggaan. Bagi mahasiswa Pascasarjana UIMSYA, kegiatan ini bukan hanya sekadar seminar internasional, tetapi juga pengalaman akademik yang membuka cakrawala baru — belajar, berbagi, dan berjejaring di tingkat global.

Dr. Muhammad Bisri Ihwan menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi bagian penting dalam roadmap internasionalisasi Pascasarjana UIMSYA.

“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton di era globalisasi, tetapi menjadi bagian aktif dari perubahan. Dengan bekal iman, etika, dan literasi digital, kami ingin mencetak pemimpin pendidikan Islam yang adaptif dan visioner,” ungkapnya.

Kegiatan Overseas Seminar di Universiti Putra Malaysia ini sekaligus memperkuat citra UIMSYA Blokagung sebagai kampus yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai pesantren dengan visi akademik internasional. Melalui seminar bertema “Strengthening Islamic Educational Leadership Through Faith, Ethics, and Digital Transformation,” UIMSYA menunjukkan komitmennya untuk membangun generasi pemimpin pendidikan Islam yang berkarakter, berakhlak, dan berwawasan global.

Dengan semangat kolaborasi lintas negara dan semangat ilmiah yang tinggi, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UIMSYA Blokagung untuk terus melangkah maju di panggung internasional.
Seminar ini bukan sekadar pertukaran ilmu, tetapi juga simbol persaudaraan akademik antara dua bangsa serumpun — Indonesia dan Malaysia — yang sama-sama berkomitmen mencetak pemimpin pendidikan Islam unggul di era digital.

“UIMSYA Jaya Dunia,” begitulah semangat yang dibawa para mahasiswa Pascasarjana UIMSYA — menyalakan cahaya ilmu, iman, dan inovasi di kancah global.

 

Senin, 03 November 2025

Menguatkan Akuntabilitas Beasiswa Santri Jawa Timur: UIMSYA Blokagung Hadiri Forum Strategis LPPD di Bondowoso

 

Bondowoso, 31 Oktober 2025 – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) pesantren yang unggul memasuki babak krusial dengan penekanan pada aspek akuntabilitas dan transparansi tata kelola dana beasiswa. Hal ini tercermin dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana Bantuan Beasiswa Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan Ma'had Aly Se-Jawa Timur, termasuk mitra internasional, Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

Pascasarjana Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi, sebagai salah satu institusi mitra strategis, turut berpartisipasi aktif dalam forum yang digelar di Hotel Grand Padis Bondowoso pada Kamis dan Jumat, 30 & 31 Oktober 2025. UIMSYA diwakili langsung oleh Dr. Moh. Harun Al Rosid, M.Pd.I., (Kepala Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam/MPI) dan Moh. Ainul Yaqin, S.Pd.I., (Staf Pascasarjana UIMSYA). Kehadiran ini menegaskan kesiapan UIMSYA dalam menjalankan amanah publik secara profesional dan akuntabel.

Acara dibuka dengan khidmat, diawali dengan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, mencerminkan semangat kebangsaan dalam setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan. Serangkaian sambutan strategis dari pilar-pilar utama Jawa Timur menjadi penanda pentingnya program beasiswa ini.

Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, M.A, selaku Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur, dalam sambutannya menekankan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi strategis Pemprov Jatim untuk mewujudkan ’Generasi Emas Indonesia 2045’ dan menjadikan salah satu pioner penting dalam menjadikan Jawa Timur sebagai ‘Gerbang Baru Nusantara’ yang berbasis nilai keislaman dan keilmuan. "Integritas pelaporan adalah harga mati. Setiap rupiah dana publik harus dipertanggungjawabkan dengan jujur, karena ini adalah amanah untuk masa depan generasi santri," tegasnya.

Sambutan dilanjutkan oleh Imam Hidayat, S.Sos., M.M., Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Timur, yang menyoroti aspek implementasi program di lapangan dan pentingnya sinergi antara Biro Kesra sebagai pengelola anggaran dengan LPPD dan Perguruan Tinggi mitra. Selanjutnya, dukungan legislatif disampaikan oleh Dr. Ahmad Hadinudin, M.Pd., dari Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, yang memberikan apresiasi atas kesinambungan program beasiswa sebagai wujud keberpihakan Pemprov pada penguatan SDM pesantren. Pembukaan ditutup dengan doa penuh berkah yang dipimpin oleh Dr. KH. Abdul Kholiq Syafa’at, M.A., yang menambah nuansa spiritual dan keberkahan bagi pelaksanaan Bimtek.


Sesi Bimtek pada hari pertama, Kamis (30/10), berlangsung intensif hingga pukul 22.00 WIB, berfokus pada penguatan kapasitas manajerial dan administrasi keuangan. Materi pertama, mengenai Kebijakan Penyelenggaraan Program Beasiswa Pemprov. JATIM Tahun Anggaran 2025, disampaikan langsung oleh Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, M.A., yang menggarisbawahi peta jalan program dan tantangan akademik yang harus dijawab oleh para penerima beasiswa.

Puncak materi profesional dan akademis adalah sesi mengenai Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Penggunaan Dana Bantuan Beasiswa. Materi kedua ini disampaikan oleh Inspektorat Provinsi Jawa Timur, yang membahas standar audit dana publik, mekanisme pengawasan, serta praktik terbaik dalam penyusunan LPJ yang akurat dan berbasis bukti (evidence-based reporting). Sementara itu, materi ketiga dari Biro Kesra Setdaprov Jatim memaparkan teknis Pengelolaan Dana Bantuan Beasiswa oleh Perguruan Tinggi Penyelenggara Program, termasuk sistem pencairan, alokasi anggaran, dan jadwal pelaporan administrasi. Perwakilan UIMSYA, Dr. Harun Al Rosid dan Moh. Ainul Yaqin, secara cermat mengikuti setiap sesi, menunjukkan komitmen UIMSYA untuk mematuhi regulasi tata kelola keuangan negara.

Hari kedua, Jumat (31/10), dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan agenda yang lebih bersifat teknis dan evaluatif. Sesi diawali dengan Bedah Laporan dan Diskusi Rencana Tindak Lanjut yang dipandu oleh Sekretaris dan Bendahara LPPD. Sesi ini menjadi ruang konsultasi penting bagi Perguruan Tinggi untuk memitigasi risiko temuan audit dan menyusun strategi pengelolaan program yang lebih efisien di tahun 2025.

Puncak kegiatan dua hari ini adalah sesi Desk Laporan Pertanggungjawaban Keuangan, di mana semua peserta di-audit langsung oleh Tim Biro Kesra dan Sekretariat LPPD. Proses desk audit ini memastikan bahwa implementasi program beasiswa di Pascasarjana UIMSYA dan seluruh Perguruan Tinggi mitra telah sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan regulasi APBD Provinsi Jawa Timur.

Melalui partisipasi dalam Bimtek ini, Pascasarjana UIMSYA Blokagung Banyuwangi, khususnya Program Studi S2 MPI, meneguhkan posisi sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada mutu akademik lulusan, tetapi juga pada tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel. Kegiatan Bimtek ditutup secara resmi pada Pukul 11.00 WIB, dengan harapan bahwa semangat akuntabilitas yang digaungkan di Bondowoso akan bergaung di seluruh Jawa Timur, memastikan setiap santri penerima beasiswa mendapatkan haknya secara optimal dan program beasiswa ini benar-benar melahirkan SDM unggul untuk masa depan bangsa.

Pilar Akuntabilitas Beasiswa: LPPD Jatim Audit Total Pengelolaan Dana di Tengah Sinergi Global dan Lokal

Bondowoso, 31 Oktober 2025 – Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur meneguhkan komitmennya dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi dana publik melalui perhelatan akbar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana Beasiswa Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Ma’had Aly Se-Jawa Timur, dan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, acara ini menjadi forum krusial untuk memastikan seluruh dana beasiswa dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.

Bimtek yang berlangsung selama dua hari penuh, pada Kamis dan Jum’at, 30 dan 31 Oktober 2025, di Hotel Grand Padis Bondowoso, ini menggarisbawahi upaya Pemprov Jatim dalam mencetak “Generasi Emas” yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas tinggi.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi pembukaan yang khidmat pada Kamis (30/10/2025). Setelah lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema, atmosfer akademik dan profesional semakin terasa dengan sambutan dari para tokoh kunci.

Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, M.A, selaku Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur, dalam sambutannya menegaskan bahwa program beasiswa ini adalah instrumen strategis Pemerintah Provinsi untuk investasi Sumber Daya Manusia (SDM) pesantren. "Beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan amanah moral untuk menyiapkan kader ulama dan akademisi unggul di garda terdepan. Akuntabilitas laporan adalah syarat mutlak agar program ini dapat berjalan tertib, tepat sasaran, dan berkelanjutan," ujarnya, menekankan pentingnya pelaporan yang jujur dari setiap perguruan tinggi mitra.

Pentingnya sinergi antara kebijakan dan implementasi juga diperkuat oleh sambutan dari Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, S.Sos., M.M. Beliau menyoroti peran Biro Kesra dalam memastikan integrasi program beasiswa dengan visi pembangunan kesejahteraan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan. "Dana bantuan beasiswa adalah wujud nyata keberpihakan Pemprov Jatim. Pengelolaan yang profesional menjamin dampak positif yang maksimal bagi calon penerus bangsa," tegasnya.

Dukungan penuh dari legislatif turut disampaikan oleh Dr. Ahmad Hadinudin, M.Pd., perwakilan dari Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur. Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat dan pendidikan ini memberikan apresiasi atas langkah proaktif LPPD dan Biro Kesra. "Kami di legislatif akan terus mengawal dan mendukung penuh program yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM pesantren dan madrasah diniyah ini. Transparansi dan audit yang ketat adalah kunci kepercayaan publik," papar Dr. Hadinudin.

Acara pembukaan lantas ditutup dengan pembacaan Do'a penuh harap dan keberkahan oleh Dr. KH. Abdul Kholiq Syafa'at, M.A., memohon kelancaran dan keberhasilan Bimtek dalam menguatkan tata kelola kelembagaan.

Sesi Bimtek hari pertama dimulai dengan materi padat hingga larut malam, berakhir pada pukul 22.00 WIB.

Materi pertama langsung disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, M.A. Beliau membedah tuntas Kebijakan Penyelenggaraan Program Beasiswa Pemprov. JATIM Tahun Anggaran 2025. Sesi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai payung hukum, target capaian, dan mekanisme penyaluran dana beasiswa di tahun anggaran berjalan, termasuk program khusus Beasiswa Al-Azhar Kairo yang menjadi fokus penting sinergi luar negeri.

Materi kedua menyajikan perspektif kritis dari sisi pengawasan. Perwakilan dari Inspektorat Provinsi Jawa Timur menyampaikan materi mengenai Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Penggunaan Dana Bantuan Beasiswa Oleh Perguruan Tinggi Penyelenggara Program. Inspektorat menekankan bahwa LPJ bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen utama untuk mengukur kepatuhan dan efektivitas penggunaan anggaran. Standar pelaporan, dokumentasi bukti, dan prosedur audit menjadi poin-poin utama yang disoroti.

Sebagai pelengkap, Materi ketiga disampaikan oleh perwakilan Biro Kesra Setdaprov Jatim yang fokus pada aspek Pengelolaan Dana Bantuan Beasiswa Oleh Perguruan Tinggi Penyelenggara Program. Sesi ini memberikan panduan teknis operasional, mulai dari mekanisme pencairan dana hibah, pemanfaatan anggaran yang sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum), hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat dan berbasis kebutuhan mahasiswa penerima beasiswa.

Hari kedua, Jum'at (31/10/2025), dimulai sejak pagi pukul 07.30 WIB dengan agenda yang lebih bersifat teknis dan audit.

Agenda diawali dengan sesi Bedah Laporan dan Diskusi Rencana Tindak Lanjut yang dipimpin oleh Sekretaris dan Bendahara LPPD. Dalam sesi ini, beberapa kasus dan tantangan yang sering muncul dalam pelaporan tahun sebelumnya didiskusikan secara terbuka, menghasilkan solusi praktis dan standar baku untuk perbaikan di masa mendatang. Fokusnya adalah harmonisasi antara laporan akademik dan laporan keuangan.


Puncak dari Bimtek adalah sesi Desk Laporan Pertanggungjawaban Keuangan. Seluruh perwakilan peserta dari PTKIS, PTKIN, Ma'had Aly, dan koordinator program Al-Azhar Kairo menjalani proses Audit langsung oleh Tim Biro Kesra dan Sekretariat LPPD. Proses audit intensif ini memastikan bahwa setiap rupiah dana beasiswa telah tercatat dan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, meneguhkan komitmen LPPD Jatim terhadap prinsip Good Governance dan Akuntabilitas Publik.


Bimbingan teknis yang sangat intensif dan mendalam ini ditutup secara resmi pada Pukul 11.00 WIB, dengan harapan bahwa seluruh perguruan tinggi mitra kini memiliki kapabilitas dan komitmen yang kuat untuk mengelola Dana Bantuan Beasiswa Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari investasi strategis Pemprov Jatim menuju Indonesia Emas 2045.

Senin, 27 Oktober 2025

Gelegar Intelektual UIMSYA di Kota Pahlawan: 4 Dosen dan 1 Mahasiswa Gemparkan ANCOMS 2025, Siap 'Scopus-kan' Riset Agama, Ekonomi Dan Budaya

Kiprah akademisi Universitas KH. A. Mukhtar Syafa'at (Uimsya) Blokagung Banyuwangi kembali mencatatkan tinta emas di kancah regional Jawa Timur. Empat srikandi dan satu pemuda terbaik Uimsya, yang terdiri dari empat dosen dan satu mahasiswa, berhasil lolos seleksi ketat dan tampil sebagai presenter di ajang bergengsi Annual Conference of Muslim Scholars (Ancoms) 2025 di Surabaya. Keempat dosen tersebut adalah Dr. Siti Aimah, S.Pd.I, M.Si., Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si., Lilit Biati, SE., MM., dan Wiwit Mustafidah, M.E., yang didampingi oleh satu-satunya perwakilan mahasiswa, M. Ardi al-Miqdad. Kegiatan akbar ini dibuka secara resmi oleh Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Surabaya, Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad. Dip. SEA., M.Phil., Ph.D., dalam suasana khidmat dan penuh semangat di Amphi Teater UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam pidato pembukaannya, Prof. Muzakki menekankan pentingnya peran akademisi PTKIS dalam menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya relevan dengan konteks lokal, tetapi juga mampu berbicara di panggung global. Beliau menantang seluruh peserta untuk menjadikan konferensi ini sebagai momentum akselerasi pencapaian akreditasi jurnal bereputasi internasional, sekaligus meneguhkan posisi Islam moderat Indonesia sebagai rujukan dunia. Visi besar ini disambut antusias oleh 162 presenter terpilih dari 500 lebih pendaftar, mereka berasal dari berbagai kampus di seluruh Jawa Timur, menandai dimulainya perhelatan intelektual yang berlangsung selama dua hari penuh, dari Kamis hingga Jum'at, 23-24 Oktober 2025 dengan tema From Local Wisdom to Global Harmony: Nurturing Love and Tolerance in Islamic scholarship.

Keberhasilan 4 dosen dan 1 mahasiswa Uimsya menembus seleksi Ancoms 2025 menjadi bukti nyata peningkatan kualitas riset dan dedikasi kampus dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di antara 162 presenter terpilih yang merupakan perwakilan terbaik dari seluruh PTKIS di Jawa Timur, delegasi UIMSYA menonjol dengan mengangkat beragam topik penelitian yang multidisipliner, mulai dari kajian pendidikan Islam, ekonomi syariah, hingga isu-isu kontemporer dalam masyarakat. Kehadiran M. Ardi al-Miqdad sebagai satu-satunya mahasiswa yang lolos presentasi dari Uimsya juga memberikan catatan tersendiri, menunjukkan bahwa budaya riset telah merambah ke tingkat mahasiswa dan menciptakan regenerasi peneliti muda yang potensial. Partisipasi ini bukan sekadar menghadiri konferensi, tetapi adalah sebuah misi untuk menyebarkan temuan-temuan ilmiah, bertukar gagasan, serta membangun jaringan akademik dengan para pakar dari berbagai institusi. Diharapkan, paparan yang disampaikan oleh dosen dan mahasiswa Uimsya tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan Islam di Indonesia dan mendukung upaya Kopertais IV dalam meningkatkan daya saing PTKIS secara keseluruhan. Lokasi utama acara di Hotel Santika Surabaya, menjadi saksi bisu pertarungan gagasan dan inovasi ilmiah yang dikemas dalam presentasi-presentasi berbobot.

Sesi presentasi dalam Ancims 2025 dirancang dengan sangat profesional dan mengadopsi standar konferensi internasional. Selama dua hari tersebut, seluruh presenter dibagi ke dalam lima ruang (room) presentasi paralel yang dikelola secara ketat. Masing-masing ruang dipimpin oleh seorang moderator dan dua hingga tiga orang reviewer yang memiliki kapabilitas akademik luar biasa, bahkan banyak di antara mereka adalah pengelola jurnal bereputasi nasional (Sinta) dan internasional (Scopus). Kehadiran para reviewer bereputasi ini tidak hanya berfungsi sebagai penilai, tetapi juga sebagai mentor yang memberikan masukan konstruktif untuk menyempurnakan kualitas naskah ilmiah. Proses peer review yang terjadi secara langsung setelah presentasi memberikan nilai tambah yang besar bagi para presenter, termasuk delegasi UIMSYA, untuk segera merevisi dan meningkatkan substansi serta metodologi penelitian mereka. Atmosfer di setiap ruang terasa dinamis, diwarnai diskusi yang hangat dan kritis, memastikan bahwa setiap artikel yang dipresentasikan telah melewati saringan kualitas yang ketat. Ini merupakan bagian integral dari komitmen Kopertais IV untuk memastikan output konferensi ini benar-benar berkualitas dan memiliki potensi tinggi untuk dipublikasikan pada jurnal bereputasi, yang pada akhirnya akan mengangkat citra akademik seluruh PTKIS di bawah naungannya.

Salah satu target utama dari penyelenggaraan Ancoms 2025 adalah menghasilkan luaran ilmiah yang memiliki dampak luas. Secara formal, seluruh artikel yang telah dipresentasikan dan melewati proses review akan dipublikasikan dalam Prosiding Resmi Ancoms 2025 yang terindeks dan memiliki nomor ISBN/ISSN, menjadikannya rekaman akademik yang valid dan dapat disitasi. Namun, lebih dari sekadar prosiding, panitia dan Kopertais IV telah menyiapkan jalur khusus yang sangat strategis bagi artikel-artikel terbaik. Artikel-artikel terpilih, yang dinilai memiliki kualitas substansi dan metodologi yang superior, akan direkomendasikan dan mendapatkan prioritas untuk dipublikasikan di jurnal-jurnal yang berafiliasi dengan asosiasi jurnal Kopertais IV. Jurnal-jurnal asosiasi ini umumnya adalah jurnal-jurnal yang telah terakreditasi SINTA, bahkan beberapa di antaranya sedang berproses menuju indeksasi internasional seperti Scopus. Kesempatan ini merupakan insentif luar biasa bagi dosen dan mahasiswa UIMSYA yang ingin mempublikasikan karya mereka pada platform yang lebih tinggi, sekaligus meningkatkan poin Angka Kredit (AK) bagi dosen. Dengan demikian, ANCOMS tidak hanya menjadi ajang presentasi, tetapi juga berfungsi sebagai platform inkubasi yang menjembatani riset-riset PTKIS menuju publikasi bereputasi nasional dan internasional.

Partisipasi aktif 4 dosen dan 1 mahasiswa Uimsya di Ancoms 2025 yang ketujuh ini merupakan cerminan komitmen serius kampus dalam mendorong budaya riset dan publikasi ilmiah. Keberhasilan mereka di panggung regional ini diharapkan akan menjadi multiplier effect bagi seluruh sivitas akademika UIMSYA lainnya, memotivasi lebih banyak dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan ilmiah berskala nasional maupun internasional. Selain itu, ilmu dan jaringan yang diperoleh oleh delegasi ini selama dua hari konferensi, Kamis-Jum'at, 23-24 Oktober 2025, khususnya dari Koordinator Kopertais IV Prof. Ahmad Muzakki dan para reviewer ahli, akan dibawa pulang untuk diterapkan dalam peningkatan kurikulum, metodologi pengajaran, serta pengembangan Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa (UKIM). UIMSYA menaruh harapan besar agar seluruh artikel dari perwakilannya dapat lolos seleksi Prosiding dan, yang lebih penting, terpilih untuk dipublikasikan di jurnal asosiasi Kopertais IV, bahkan menembus target Scopus di masa depan. Dengan visi dan semangat ini, UIMSYA siap melangkah maju, menjadikan riset sebagai jantung pengabdian, dan menjadikan kampusnya sebagai salah satu pilar penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan Islam di wilayah Jawa Timur.

Selasa, 21 Oktober 2025

Inovasi Pendidikan Pesantren: Mahasiswa UIMSYA Latih Guru Merancang Modul Personalized dengan AI, Penekanan pada Efisiensi dan Etika Digital

 

Banyuwangi, 20 Oktober 2025 – Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi sukses menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa seminar dan pelatihan bertajuk "Seminar Peningkatan SDM Guru Dalam Pemanfaatan Teknologi AI dengan Pelatihan Merancang Modul Pembelajaran Personalized dan Interaktif dengan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI)".

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025, bertempat di Yayasan Pondok Pesantren Salaf Darussalam Rejoagung Banyuwangi. Peserta yang hadir adalah para guru dari unit pendidikan di bawah yayasan tersebut, meliputi SMK NU Darussalam, SMP Al Amiriyyah, dan TK Khadijah 203 Darussalam. Acara ini merupakan salah satu syarat kelulusan Mata Kuliah Studi Mandiri yang diampu oleh dosen pengampu, Dr. H. Muh. Imam Khaudli, S.Pd.I., M.Si.

Acara diawali dengan pembukaan oleh saudara Muhammad Rois Mahmudi, S.Pd. Sebagai MC dan dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Salaf Darussalam Rejoagung Banyuwangi, KH. A. Syamsuri Mukhtar. Beliau menyampaikan dawuh (pesan) bahwa pendidikan adalah hal fundamental yang sangat penting dan diperlukan di lingkungan Pondok, terutama bagi para guru.

"Makanya, semua guru di sini sudah ada yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Karena dengan pendidikan yang terus dikembangkan, kita tidak akan tertinggal dari perkembangan yang semakin pesat ini," tegas KH. A. Syamsuri Mukhtar, menekankan pentingnya pengembangan diri guru secara berkelanjutan.

Inti acara seminar disampaikan langsung oleh Dr. H. Muh. Imam Khaudli, S.Pd.I., M.Si., yang fokus membahas peningkatan SDM guru dalam pemanfaatan teknologi AI. Beliau menggarisbawahi bahwa teknologi AI saat ini, seperti Gemini atau ChatGPT, dapat sangat membantu para guru dalam proses pengajaran, terutama dalam pencarian inspirasi model pembelajaran terbaru atau materi yang terupdate sesuai zaman.


Dr. Muh. Imam Khaudli yang masyhur dengan sapaan Gus khaudli, memberikan sedikit pengantar sebelum masuk pada materi inti. Beliau memberikan motivasi kepada para guru bahwasannya salah satu tanda seseorang yang ditakdirkan baik adalah ia bisa menjadi seorang guru, karena Nabi Muhammad SAW. Juga diutus sebagai "Mu'alliman" (pengajar). Beliau berkata: "Menjadi seorang guru itu mulia, karena kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kualitas SDM nya, dan Kualitas SDM sangat ditentukan oleh kualitas lembaga pendidikan yang membentuknya. Maka, pendidikan berkualitas dimulai dari guru yang berkualitas dan berkompeten". Dengan motivasi tersebut diharapkan bagi seorang guru untuk selalu senantiasa mungupgrade kemampuan dan skill dalam pengajaran dan mutu pembelajarannya. Selanjutnya beliau juga memberikan materi inti dari judul seminar ini.

"Teknologi AI diciptakan untuk memberi efisiensi waktu. Namun, penggunaannya harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku," jelas Dr. Imam. Beliau juga memberikan penekanan penting bahwa pemanfaatan teknologi ini wajib mematuhi konun-konun atau peraturan Pesantren, serta harus sejalan dengan etika-etika penggunaan teknologi yang telah ditetapkan.

Pelatihan Praktis Merancang Modul Interaktif

Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan merancang modul pembelajaran personalized dan interaktif. Pelatihan ini dipandu langsung oleh tim mahasiswa pascasarjana MPI UIMSYA, yang dipimpin oleh Muhamad Ilmi Najib, S. Ag.

Proses pendampingan kepada para guru dilakukan secara intensif oleh rekan-rekan mahasiswa lain, yaitu Adam Damiri, S.E, Rois Mahmudi, S.Pd., Istianatul Imamah, S.Pd., Nani Septiana, S.Pd., dan Ana Kurnia Azhari, S.E. Mereka bertindak sebagai tutor untuk memastikan para guru berhasil mengimplementasikan penggunaan AI dalam membuat modul ajar yang relevan dan menarik.

Selain itu para guru yang menjadi audiens dalam acara ini juga memberikan feedback positif serta ucapan terimakasih yang mendalam atas terselenggaranya acara ini di yayasan Pondok Pesantren Salaf Darussalam Rejoagung. "Kami bersyukur tempat ini dipilih untuk mengadakan acara yang luar biasa ini, semoga memberikan manfaat bagi kami dan dapat menotivasi para guru untuk senantiasa tetap belajar".

Ujar bahagia oleh Bu Nurul, salah satu guru SMK NU DARUSSALAM yang kebetulan juga Alumni Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, dan lulus dari pendidikn S1 Tadris Bahasa Inggris di STAIDA BLOKAGUNG tahun 2013.

Seluruh rangkaian acara, mulai dari seminar hingga pelatihan, berjalan dengan lancar dan antusiasme tinggi dari para guru peserta. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para pendidik di Yayasan Pondok Pesantren Salaf Darussalam dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital.